Dari Peneliti dan Pengamat, Begini Perjalanan Qodari hingga Jadi Kepala BAKOM
- 14 Agt 2026 14:37 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Muhammad Qodari memulai perjalanannya menuju posisi Kepala BAKOM dari kebiasaan membaca sejak kecil yang menjadi fondasi karir profesionalnya.
- Qodari kini dipercaya memimpin Badan Komunikasi untuk memantau sistem komunikasi Indonesia di era media yang semakin kompleks.
- Dari penggemar bacaan cetak, Qodari berkembang menjadi pemimpin strategis dalam mengawasi lanskap komunikasi nasional yang terus berkembang.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kebiasaan membaca sejak kecil rupanya menjadi titik awal perjalanan panjang Muhammad Qodari menuju kursi Kepala Badan Komunikasi (BAKOM). Dari seorang penggemar bacaan cetak, ia kini dipercaya memantau sistem komunikasi Indonesia di tengah media yang kian kompleks.
Qodari resmi menjabat sebagai Kepala BAKOM setelah sebelumnya menduduki posisi Wakil Kepala Staf Kepresidenan sejak tahun 2024. Amanah itu didapatkannya dari Presiden Prabowo Subianto untuk masuk ke dalam pemerintahan setelah lama berkecimpung di dunia penelitian.
"Awalnya saya menjadi penulis, kemudian pembicara, lalu ke radio, TV, kemudian saya mendirikan lembaga survei sendiri. Sampai akhirnya, tahun 2024, mendapatkan amanah dari Presiden Prabowo untuk masuk ke dalam pemerintahan, " kata Qodari saat berbincang bersama Pro3 Siniar: BAKOM Mendengar di Gedung RRI, Jakarta, Selasa, 11 Agustus 2026.
Qodari tumbuh besar di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, dalam keluarga yang menanamkan kebiasaan membaca sejak usia dini. Ayahnya berlangganan koran setiap hari sehingga ia terbiasa membaca berbagai media cetak meski belum sepenuhnya memahami isinya.
Selain membaca koran, Qodari mengaku juga menjadi pelanggan setia perpustakaan daerah sejak masih duduk di bangku sekolah. Ia menjelaskan, dengan keterbatasan teknologi, waktunya dihabiskan dengan membaca buku di rumah maupun perpustakaan.
"Bapak saya dulu langganan koran, jadi saya rajin membaca media cetak, walaupun saya tidak paham waktu itu. Saya juga langganan di perpustakaan daerah, saat zaman masih sederhana, bahkan tidak ada TV, " ujarnya.
Menurutnya, kemampuan menulisnya terbentuk secara otodidak sejak masa kuliah melalui berbagai lomba menulis yang rutin ia ikuti. Artikel-artikel di koran menjadi salah satu referensi utamanya sebelum akhirnya ia mengirimkan tulisan-tulisan sendiri ke berbagai media cetak.
Pengalaman panjang sebagai peneliti dan pengamat mengantarkan Qodari masuk ke pemerintahan sebagai Wakil Kepala Staf Kepresidenan pada 2024. Tugas utamanya di KSP adalah memastikan program-program presiden berjalan baik sambil terus memantau berbagai isu yang berkembang.
Ketika berpindah ke BAKOM, fokus kerjanya bergeser dari penyelesaian kebijakan menuju strategi komunikasi kepada publik dan media. Meski begitu, Qodari menilai fondasi kerjanya tetap sama, yakni berlandaskan pada data dan analisis yang mendalam.
"Saat ke BAKOM memang ada pergeseran, tetapi fondasinya sama, kembali lagi soal data. Kalau di KSP lebih kepada penyelesaian permasalahan, kalau di BAKOM, bagaimana menyampaikan informasi dan menyampaikan perspektif kepada masyarakat," ucapnya.
Ia menjelaskan, BAKOM berkoordinasi dengan 84 kementerian dan lembaga, 38 provinsi, serta 518 kabupaten dan kota. Isu yang dihadapi pun beragam, mulai dari program pemerintah yang rutin hingga persoalan hukum, politik, dan ekonomi. (Shafa)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....