KBRI Tokyo Apresiasi Peran Muhammadiyah Bantu WNI di Jepang
- 13 Agt 2026 09:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- KBRI Tokyo mengapresiasi peran Pengurus Cabang Istimewa (PCI) Muhammadiyah Jepang dalam membantu warga negara Indonesia (WNI).
RRI.CO.ID, Jakarta - KBRI Tokyo mengapresiasi peran PCI Muhammadiyah Jepang dalam membantu WNI, khususnya umat Muslim, menjalani kehidupan harmonis di Jepang. Apresiasi tersebut disampaikan Koordinator Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Tokyo, Muhammad Al Aula, saat membuka Tabligh Akbar Safari Dakwah.
Kegiatan tersebut digelar PCI Muhammadiyah Jepang bersama PRIM Tokyo di Balai Indonesia, Minggu 9 Agustus 2026. Al Aula mengatakan WNI di Jepang perlu mampu beradaptasi dengan budaya lokal dan menaati hukum setempat.
WNI juga perlu membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat sekitar untuk menjaga kehidupan harmonis. “Menjaga harmoni di tanah rantau mengharuskan WNI dapat beradaptasi dengan budaya lokal, menghormati hukum setempat,” kata Al Aula dalam keterangan KBRI Tokyo yang diterima RRI, Rabu 12 Agustus 2026.
Menurutnya, WNI di Jepang juga menjadi bagian dari representasi Indonesia di negara tersebut. Karena itu, WNI perlu menunjukkan sikap tertib, taat hukum, dan mampu hidup berdampingan dengan masyarakat setempat.
“KBRI Tokyo senantiasa memberikan dukungan terhadap segenap aktivitas komunitas WNI di Jepang. Ada lebih dari 260 ribu warga Indonesia di Jepang dari berbagai latar belakang agama dan aktivitas,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Tabligh Akbar Safari Dakwah, Moch. Zamzam Rajab Awaluddin, mengatakan kegiatan tersebut menjadi wadah pembelajaran bagi Muslim Indonesia. Kegiatan itu juga membantu Muslim Indonesia memahami cara menjalankan ibadah sekaligus beradaptasi dengan kehidupan di Jepang.
“PCI Muhammadiyah Jepang berupaya membantu Muslim Indonesia di Jepang dapat dengan tenang menjalani aktivitas sehari-hari dengan baik di negeri Sakura. Sambil tetap menjalani ibadah dengan hati tenang,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Asisten Divisi Fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Ustaz Nur Fajri Romadhon, menyampaikan kajian. Kajian tersebut membahas kehidupan Muslim di negara dengan mayoritas penduduk non-Muslim.
Ia menjelaskan Islam memberikan kemudahan dalam menjalankan ibadah ketika umat menghadapi kondisi sulit. Kemudahan tersebut tetap dilaksanakan dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku.
“Kalau seandainya situasi sulit maka Islam memberikan kelonggaran. Kalau situasi sudah melonggar maka Islam kembali ke aturan-aturan semula,” jelas Nur Fajri.
Tabligh Akbar Safari Dakwah mengusung tema Harmoni Iman, Ilmu dan Amal di Negeri Sakura. Kegiatan tersebut berlangsung pada 1-12 Agustus 2026 di sejumlah wilayah Jepang.
Selain Tokyo, kegiatan juga digelar di Fukuoka, Yokohama, Osaka. Juga di Hiroshima, Kyoto, Nagoya, dan Hokkaido.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....