Sebelum Ada Peluit, Begini Cara Wasit Menghentikan Pertandingan Sepak Bola
- 10 Agt 2026 15:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Peluit adalah alat yang sangat identik dengan wasit sepak bola modern dalam mengatur jalannya pertandingan.
- Pada masa awal perkembangan sepak bola, wasit tidak menggunakan peluit melainkan mengandalkan suara dan gerakan tangan untuk memberi tanda.
- Perkembangan alat komunikasi wasit mencerminkan evolusi peraturan dan sistem manajemen dalam olahraga sepak bola dari waktu ke waktu.
RRI.CO.ID, Jakarta – Peluit menjadi salah satu benda yang identik dengan wasit dalam pertandingan sepak bola. Namun, alat tersebut tidak selalu digunakan untuk mengatur jalannya pertandingan.
Dikutip dari berbagai sumber, pada masa awal sepak bola, wasit belum menggunakan peluit sebagai alat komunikasi utama. Mereka mengandalkan suara, gerakan tangan, hingga benda tertentu untuk memberi tanda.
Salah satu cara yang digunakan adalah mengangkat atau mengibaskan sapu tangan. Isyarat tersebut digunakan untuk menyampaikan keputusan kepada pemain di lapangan.
Selain sapu tangan, beberapa sumber sejarah menyebut penggunaan tongkat sebagai alat bantu komunikasi. Wasit juga dapat menggunakan suara untuk menarik perhatian pemain.
Cara tersebut tentu memiliki keterbatasan ketika pertandingan berlangsung di tengah keramaian. Suara wasit lebih sulit terdengar ketika penonton mulai memenuhi area pertandingan.
Kemunculan peluit kemudian memberikan solusi terhadap persoalan tersebut. Suara peluit dapat terdengar lebih jelas dibandingkan teriakan atau isyarat visual dari kejauhan.
Penggunaan peluit dalam sepak bola mulai tercatat pada akhir abad ke-19. Salah satu pertandingan yang sering disebut dalam sejarah terjadi di Inggris pada 1878.
Namun, klaim pertandingan 1878 tersebut masih diperdebatkan oleh sejarawan sepak bola. Catatan lain menunjukkan penggunaan peluit oleh umpire sudah terjadi sebelum pertandingan tersebut.
Peluit juga berkembang seiring munculnya produk buatan Joseph Hudson di Birmingham, Inggris. Hudson kemudian dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam perkembangan peluit olahraga.
Sebelum peluit menjadi perlengkapan standar, keputusan wasit dapat disampaikan melalui kombinasi suara dan gerakan tubuh. Kehadiran peluit kemudian membuat komunikasi selama pertandingan menjadi lebih efektif.
Kini, peluit digunakan untuk mengontrol berbagai momen penting dalam pertandingan. Meski demikian, wasit tidak harus meniup peluit pada setiap penghentian permainan.
Dari sapu tangan hingga peluit, cara wasit berkomunikasi terus berkembang mengikuti perubahan permainan. Benda sederhana tersebut akhirnya menjadi simbol yang tidak terpisahkan dari sepak bola. (Rahmania Ulfah)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....