Air Lindi, Cairan dari Tumpukan Sampah yang Berpotensi Mencemari Lingkungan

  • 05 Agt 2026 08:16 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Air lindi terbentuk dari rembesan air hujan dan proses pembusukan sampah di tempat pemrosesan akhir (TPA).
  • Air lindi berpotensi mencemari tanah dan sumber air karena dapat mengandung berbagai zat pencemar jika tidak dikelola.
  • Pengolahan air lindi menjadi bagian penting pengelolaan sampah modern untuk mengurangi dampak terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.

RRI.CO.ID, Jakarta – Gunungan sampah di tempat pemrosesan akhir seringkali hanya dikaitkan dengan bau menyengat. Padahal, di balik tumpukan tersebut terdapat cairan bernama air lindi yang berpotensi mencemari lingkungan jika tidak dikelola dengan baik.

Air lindi merupakan cairan yang terbentuk ketika air hujan meresap ke dalam timbunan sampah. Cairan tersebut kemudian melarutkan berbagai zat hasil pembusukan dan membawa senyawa organik maupun anorganik keluar dari tumpukan sampah.

Melansir INAPROC, lindi berasal dari masuknya air eksternal ke timbunan sampah. Air itu bercampur dengan hasil dekomposisi biologis sehingga membentuk cairan dengan karakteristik tertentu.

Karakteristik air lindi berbeda pada setiap TPA. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh usia timbunan sampah, komposisi sampah, curah hujan, serta kondisi lingkungan di lokasi tersebut.

Pada timbunan sampah yang masih baru, air lindi umumnya mengandung kadar bahan organik yang cukup tinggi. Seiring bertambahnya usia timbunan, kandungan kimianya berubah dan proses penguraiannya berlangsung lebih lambat.

Air lindi juga dapat mengandung logam berat, amonia, serta berbagai mikroorganisme. Apabila tidak dikelola dengan baik, cairan tersebut berpotensi mencemari tanah, sungai, maupun air tanah di sekitar tempat pembuangan sampah.

Untuk mencegah pencemaran, setiap tempat pemrosesan akhir sampah memerlukan sistem pengumpulan air lindi. Cairan tersebut selanjutnya dialirkan menuju instalasi pengolahan sebelum dibuang ke lingkungan.

Proses pengolahan dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari pengendapan hingga pengolahan biologis maupun kimia. Tujuannya adalah menurunkan kadar pencemar sehingga memenuhi baku mutu yang telah ditetapkan pemerintah.

Keberadaan instalasi pengolahan air lindi menjadi bagian penting dalam sistem pengelolaan sampah modern. Pengelolaan yang baik membantu melindungi kualitas lingkungan sekaligus mengurangi risiko gangguan kesehatan bagi masyarakat sekitar.

Di sisi lain, pengurangan sampah dari sumbernya juga berperan penting dalam menekan pembentukan air lindi. Semakin sedikit sampah yang berakhir di TPA, semakin kecil pula potensi terbentuknya cairan yang dapat mencemari lingkungan. (Rahmania Ulfah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....