Webinar Universitas Bakrie Bahas Tantangan AI dan Budaya Viral di Ruang Digital

  • 10 Jul 2026 01:24 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan budaya viralitas di ruang digital menjadi pembahasan dalam Webinar Contemporary Digital Culture 2026.
  • Dalam paparannya bertajuk Post Human Rituals: How AI is Reshaping Cyber Culture, Belonging, and Meaning, Hany Nurahmawati
  • Menurut Hany, pemanfaatan AI juga semakin meluas ke berbagai sektor, mulai dari industri kreatif, pemasaran, hingga hiburan

RRI.CO.ID, Jakarta - Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan budaya viralitas di ruang digital menjadi pembahasan dalam Webinar Contemporary Digital Culture 2026. Ini yang diselenggarakan Program Magister Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie, Jumat, 10 Juli 2026.

Webinar dibuka oleh Kepala Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie, Dr. Prima Mulyasari Agustini. Kegiatan tersebut menghadirkan Communication Specialist Hany Nurahmawati dan akademisi Bambang Sukma Wijaya sebagai narasumber.

Dalam paparannya bertajuk Post Human Rituals: How AI is Reshaping Cyber Culture, Belonging, and Meaning, Hany Nurahmawati mengatakan AI telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Serta telah memengaruhi cara masyarakat memperoleh informasi maupun berinteraksi di ruang digital.

"Bahkan di Prancis, penggunaan AI dalam perkuliahan diperbolehkan. Tetapi hasilnya tidak boleh ditempel begitu saja," kata Hany.

Ia menjelaskan, pola pencarian informasi masyarakat juga mengalami perubahan. Jika sebelumnya pengguna internet mengandalkan mesin pencari, kini banyak yang langsung memanfaatkan layanan AI seperti Meta AI, Gemini, Siri, maupun ChatGPT untuk memperoleh jawaban secara cepat.

Menurut Hany, pemanfaatan AI juga semakin meluas ke berbagai sektor, mulai dari industri kreatif, pemasaran, hingga hiburan. Saat ini, teknologi AI telah digunakan sebagai streamer, model virtual, bahkan influencer di sejumlah negara Asia Timur.

"AI semakin berkembang dan masuk ke berbagai aspek kehidupan. Bukan hanya di industri film dan musik, tetapi juga dalam dunia branding. Perkembangannya sangat cepat dan perlu menjadi perhatian bersama," ujarnya.

Sementara itu, narasumber Bambang Sukma Wijaya mengingatkan pentingnya literasi digital di tengah derasnya arus informasi di media sosial. Ia menilai masyarakat perlu memiliki kemampuan berpikir kritis agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

"Kita harus tetap hati-hati dan waspada. Terhadap setiap informasi yang beredar di media sosial," ujar Bambang.

Melalui webinar tersebut, Program Magister Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie mendorong penguatan pemahaman masyarakat terhadap dinamika budaya digital. Sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi perkembangan teknologi AI yang terus berkembang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....