Jangan Sepelekan 'Oversharing' di Media Sosial, Inilah Risikonya
- 29 Mei 2026 09:38 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Oversharing di media sosial berisiko memicu pencurian identitas, penipuan daring, hingga penyalahgunaan data pribadi.
- Unggahan berlebihan dapat memengaruhi reputasi, memicu perundungan siber, serta menimbulkan stigma negatif dari masyarakat.
- Kebiasaan terlalu terbuka di media sosial juga berisiko mengganggu kesehatan mental dan kondisi emosional seseorang.
RRI.CO.ID, Jakarta - Oversharing adalah kebiasaan membagikan informasi pribadi secara berlebihan di media sosial maupun percakapan sehari-hari. Perilaku ini berisiko memicu pencurian identitas, penipuan daring, hingga penyebaran data pribadi tanpa izin.
Media sosial sering terasa seperti ruang pribadi, padahal unggahan dapat disimpan dan disebarkan oleh orang lain. Karena itu, penting memahami batas aman berbagi informasi demi menjaga privasi dan keamanan digital.
Tanpa disadari, kebiasaan oversharing dapat membuka celah bagi berbagai ancaman di dunia digital. Mengutip berbagai sumber, berikut sejumlah bahaya oversharing di media sosial.
1. Risiko Privasi dan Keamanan Data
Informasi pribadi yang dibagikan berlebihan dapat dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab untuk melakukan kejahatan siber. Kondisi ini juga berisiko mengancam privasi serta keamanan diri di dunia digital.
Bahaya oversharing sering berasal dari detail kecil yang tampak tidak berbahaya. Data sederhana dapat dimanfaatkan orang lain untuk melacak atau menyalahgunakan informasi pribadi seseorang.
2. Ancaman Pencurian Identitas
Informasi pribadi seperti tanggal lahir dan alamat dapat dimanfaatkan untuk pencurian identitas. Data tersebut juga berisiko digunakan pelaku untuk penipuan atau membobol akun finansial.
3. Perundungan Siber dan Stigma Sosial
Data pribadi sensitif dapat dimanfaatkan pelaku untuk melakukan perundungan siber terhadap korban di media sosial. Unggahan yang dianggap tidak pantas juga memicu stigma serta penilaian negatif dari masyarakat.
4. Masalah Reputasi
Unggahan media sosial dapat tersimpan lama dan memengaruhi reputasi seseorang dalam kehidupan profesional maupun personal. Hal tersebut dapat menurunkan citra diri karena dianggap kurang bijak menjaga informasi pribadi.
5. Gangguan Kesehatan Mental
Ketergantungan terhadap validasi sosial dan kebiasaan berbagi berlebihan dapat memicu stres, kecemasan, hingga depresi. Rasa takut terhadap penilaian orang lain juga berisiko memperburuk kesehatan mental seseorang.
6. Terlalu Terbuka Bisa Membuat Emosi Lebih Rentan
Selain mengancam privasi, oversharing juga dapat memengaruhi kondisi emosional seseorang. Respons negatif dari orang lain dapat menambah tekanan dan membuat masalah terasa semakin rumit.
Karena itu, masyarakat perlu lebih bijak membagikan informasi pribadi di media sosial. Menjaga batas privasi penting untuk mengurangi risiko kejahatan digital dan tekanan emosional. (Agnes Claudia Ohoira)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....