Jenis Daging Kurban dan Kadar Kolesterolnya, Mana Paling Tinggi? ini Penjelasannya
- 28 Mei 2026 06:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Daging domba memiliki kadar kolesterol tertinggi dibanding jenis daging kurban lainnya.
- Daging sapi tanpa lemak dan kambing memiliki kadar kolesterol relatif lebih rendah.
- Konsumsi daging tetap aman jika porsinya dibatasi dan diolah dengan cara sehat.
RRI.CO.ID, Jakarta - Konsumsi daging kurban biasanya meningkat saat Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Namun, sebagian masyarakat mulai khawatir terhadap kadar kolesterol dari jenis daging yang dikonsumsi.
Setiap jenis daging diketahui memiliki kandungan kolesterol yang berbeda-beda. Karena itu, masyarakat perlu memahami perbedaannya agar konsumsi daging tetap lebih bijak dan seimbang.
Perbandingan Kolesterol Daging (±100 gram)
Berikut perbandingan kadar kolesterol beberapa jenis daging dalam setiap 100 gram mengutip rsalirsyadsurabaya:
- Daging domba sekitar 97 miligram
- Daging sapi sirloin sekitar 92 miligram
- Daging kambing sekitar 75 miligram
- Daging sapi tanpa lemak sekitar 71 miligram
Dari data tersebut, daging domba menjadi jenis daging dengan kadar kolesterol paling tinggi. Sementara itu, daging sapi tanpa lemak dan kambing cenderung memiliki kadar kolesterol lebih rendah.
Apakah Harus Menghindari Daging?
Meski demikian, masyarakat tidak perlu sepenuhnya menghindari konsumsi daging kurban. Daging tetap mengandung protein, zat besi, dan nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh.
Yang terpenting ialah mengatur jumlah konsumsi dan cara pengolahannya. Pola konsumsi yang tepat dinilai membantu menjaga kesehatan tubuh tetap seimbang.
Agar konsumsi daging lebih sehat, masyarakat dianjurkan memilih bagian daging tanpa lemak. Selain itu, porsi makan juga perlu dibatasi agar tidak berlebihan.
Pengolahan daging sebaiknya tidak dilakukan dengan cara digoreng. Metode memasak seperti merebus, mengukus, atau memanggang dinilai lebih baik untuk kesehatan.
Konsumsi daging juga perlu diimbangi dengan sayur dan buah agar asupan gizi tetap seimbang. Dengan cara tersebut, daging kurban tetap bisa dinikmati tanpa mengabaikan kesehatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....