Keuskupan Agung Merauke Soroti Narasi Film “Pesta Babi”

  • 25 Mei 2026 00:33 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Uskup Agung Merauke Petrus Canisius Mandagi menyampaikan pandangannya terkait film dokumenter “Pesta Babi” yang belakangan ramai diperbincangkan publik
  • Dalam sebuah video pernyataan yang beredar, Uskup Mandagi menilai masyarakat perlu tetap mengedepankan sikap kritis dalam memahami isi dan pesan yang disampaikan dalam film tersebut
  • Ia juga menegaskan sejumlah narasi yang menyinggung sikap Keuskupan Agung Merauke terhadap proyek pembangunan di Papua Selatan tidak sepenuhnya sesuai dengan pandangan resmi keuskupan

RRI.CO.ID, Jakarta - Uskup Agung Merauke Petrus Canisius Mandagi menyampaikan pandangannya terkait film dokumenter “Pesta Babi” yang belakangan ramai diperbincangkan publik. Dalam sebuah video pernyataan yang beredar, Uskup Mandagi menilai masyarakat perlu tetap mengedepankan sikap kritis dalam memahami isi dan pesan yang disampaikan dalam film tersebut.

“Dalam menonton jangan hilang daya kritis kita. Perlu dipahami apa tujuan dari film itu dan bagaimana proses pembuatannya,” kata Uskup Mandagi, Senin, 25 Mei 2026.

Ia juga menegaskan sejumlah narasi yang menyinggung sikap Keuskupan Agung Merauke terhadap proyek pembangunan di Papua Selatan tidak sepenuhnya sesuai dengan pandangan resmi keuskupan. Menurut dia, pihak Keuskupan Agung Merauke tidak pernah dimintai penjelasan secara langsung terkait berbagai isu yang ditampilkan dalam film tersebut.

“Kenapa tidak datang langsung bertanya kepada uskup. Atau pastor-pastor yang ada di wilayah itu,” ujarnya.

Uskup Mandagi menyampaikan Keuskupan Agung Merauke selama ini tetap berkomitmen mendampingi masyarakat. Dan menjaga kehidupan sosial di Papua Selatan.

Ia juga berharap masyarakat dapat menyikapi berbagai informasi yang berkembang secara bijak dan proporsional. Serta mengedepankan dialog yang terbuka dalam melihat persoalan pembangunan maupun kondisi sosial di Papua.

Selain itu, Uskup Mandagi menilai setiap karya atau narasi publik perlu menghadirkan pandangan yang berimbang. Agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....