ITDC Tanam 15 Ribu Mangrove Dukung Pariwisata Berkelanjutan

  • 23 Apr 2026 19:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) memperkuat komitmen lingkungan di Kawasan Mandalika
  • Perusahaan BUMN ini mengembangkan kawasan pariwisata terintegrasi dan berkelanjutan di Indonesia
  • Sebanyak 15 ribu bibit mangrove ditanam di KEK Mandalika

RRI.CO.ID, Lombok Tengah - Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) memperkuat komitmen lingkungan di Kawasan Mandalika. Perusahaan BUMN ini mengembangkan kawasan pariwisata terintegrasi dan berkelanjutan di Indonesia.

Sebanyak 15 ribu bibit mangrove ditanam di KEK Mandalika. Langkah ini untuk menjaga ekosistem pesisir sekaligus mendukung pariwisata berkelanjutan.

“Kegiatan ini bentuk nyata menjaga ekosistem pesisir dan pariwisata berkelanjutan,” kata Direktur SDM dan Digital InJourney Herdy Harman, Kamis, 23 April 2026. Program ini merupakan bagian dari inisiatif InJourney Green.

Inisiatif tersebut mendorong praktik pariwisata bertanggung jawab di lingkungan InJourney Group. InJourney Green menjadi wadah kolaboratif lintas pemangku kepentingan.

Program ini tidak hanya fokus lingkungan, tetapi juga sosial dan ekonomi. Pendekatan berbasis kajian menjadi dasar pelaksanaan kegiatan.

Hal ini untuk memastikan kontribusi nyata terhadap mitigasi perubahan iklim. “Program ini memperkuat kontribusi terhadap pelestarian ekosistem,” ujarnya.

Kolaborasi lintas pihak menjadi kunci keberhasilan inisiatif tersebut. Direktur Komersial dan Marketing ITDC Febrina Mediana menegaskan pentingnya keberlanjutan.

Pengembangan KEK Mandalika harus selaras dengan prinsip lingkungan. “Program ini mendukung SDGs dan target kontribusi nasional,” ucapnya.

Ia menilai pengembangan kawasan harus memberi nilai tambah bagi lingkungan. Program ini berbasis kajian teknis dari PKSPL IPB.

Kajian tersebut mengidentifikasi kondisi eksisting mangrove di kawasan Mandalika. Ekosistem mangrove didominasi fase pertumbuhan pancang.

Tinggi tanaman berkisar antara tiga hingga lima meter. Karakteristik tanah berupa campuran lumpur dan pasir padat.

Kondisi ini dipengaruhi oleh dinamika pasang surut laut. Program rehabilitasi dirancang secara terukur dan sistematis.

Penanaman mempertimbangkan jenis, lokasi, dan metode yang sesuai. Kegiatan dilakukan di area seluas sekitar 1.500 meter persegi.

Total cakupan rehabilitasi mencapai sekitar 5,2 hektare. "Sebanyak 15 ribu bibit mangrove akan ditanam di kawasan ini," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....