Kritik Publik Diminta Tetap Objektif dan Bertanggung Jawab

  • 07 Apr 2026 05:26 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kritik seharusnya menjadi ruang perbaikan
  • Kritik yang sehat harus disertai tanggung jawab serta mengedepankan kepentingan publik
  • Ruang kompetisi tetap terbuka melalui mekanisme yang sah

RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Umum Pasukan Bawah Tanah Prabowo (Pasbata) David Febrian menyoroti keras berkembangnya narasi publik yang dinilai melampaui batas kritik. Ia menilai sebagian pernyataan yang beredar tidak lagi bersifat konstruktif, melainkan berpotensi mengarah pada delegitimasi pemerintahan yang sah.

“Kalau kritik itu berbasis data dan solusi, itu sehat. Tapi jika membangun persepsi pemerintah tidak bekerja, itu berbahaya,” kata David, Selasa, 7 April 2026.

Ia menilai pola komunikasi semacam itu tidak hanya memicu keraguan publik, tetapi juga berpotensi merusak tatanan demokrasi. Menurutnya, kritik seharusnya menjadi ruang perbaikan, bukan alat membangun persepsi negatif tanpa dasar yang kuat.

David menegaskan berbagai program prioritas pemerintah menunjukkan adanya kerja nyata yang berjalan di tengah masyarakat. Program seperti Makan Bergizi Gratis dan penguatan pendidikan melalui sekolah rakyat dinilai sebagai bukti konkret kehadiran negara.

Namun, ia menyayangkan narasi publik yang cenderung mengabaikan capaian tersebut dan lebih menonjolkan sisi negatif. Ia juga menilai serangan terhadap pemerintah, TNI, Polri, hingga Presiden menunjukkan pola yang tidak bersifat sporadis.

Menurutnya, pola tersebut tampak berulang, masif, dan berpotensi membentuk opini publik secara terarah. Di tengah dinamika global yang meningkat, ia mengingatkan pentingnya menjaga persatuan nasional dari potensi perpecahan.

Ia menegaskan bahwa Indonesia sebagai rumah bersama tidak boleh dirusak oleh kepentingan tertentu yang memecah belah. David mengajak masyarakat tetap kritis, namun tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang menyesatkan.

Ia menekankan bahwa kritik yang sehat harus disertai tanggung jawab serta mengedepankan kepentingan publik. Dalam konteks demokrasi, ia menilai ruang kompetisi tetap terbuka melalui mekanisme yang sah, dengan menunjukkan kapasitas dan gagasan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....