Harlah 113 Mathla’ul Anwar Teguhkan Peran Strategis Umat
- 02 Apr 2026 02:37 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Harlah ke-113 Hijriyah Mathla’ul Anwar menjadi momentum memperkuat jati diri organisasi
- Sekaligus memperluas peran strategis di bidang pendidikan, dakwah, dan sosial kemasyarakatan
- KH Mas Abdurrahman bersama ulama lainnya, Mathla’ul Anwar menempatkan pendidikan sebagai pilar utama
RRI.CO.ID, Jakarta - Harlah ke-113 Hijriyah Mathla’ul Anwar menjadi momentum memperkuat jati diri organisasi. Sekaligus memperluas peran strategis di bidang pendidikan, dakwah, dan sosial kemasyarakatan.
Usia lebih dari satu abad mencerminkan keteguhan gerakan yang lahir dari keprihatinan umat. Sejak berdiri 1916 di Menes, organisasi ini konsisten menjadi cahaya pencerahan masyarakat.
“Mathla’ul Anwar sejak awal hadir sebagai cahaya bagi umat, dalam ilmu, nilai, dan keberpihakan,” ujar Dr. KH Jazuli Juwaini, MA, Kamis, 2 April 2026. Anggota DPR RI Dapil Banten sekaligus kader Mathla’ul Anwar itu menegaskan keberpihakan pada masyarakat kecil.
Didirikan KH Mas Abdurrahman bersama ulama lainnya, Mathla’ul Anwar menempatkan pendidikan sebagai pilar utama. Pendidikan dijadikan alat transformasi sosial yang membangun peradaban umat secara berkelanjutan.
Organisasi ini berpegang pada prinsip Al-Qur’an dan Sunnah sebagai landasan utama gerakan. Serta menjunjung persatuan aqidah, toleransi khilafiyah, dan orientasi kemaslahatan umat.
Mathla’ul Anwar juga didorong aktif dalam kehidupan berbangsa melalui pendekatan siyasah yang bijak. Kolaborasi dengan pemerintah menjadi bagian penting dalam membangun kemajuan bersama.
Jaringan lembaga pendidikan yang luas menjadi bukti nyata kontribusi organisasi bagi masyarakat. Mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Namun, tantangan zaman menuntut organisasi untuk terus bertransformasi dan beradaptasi. Perkembangan teknologi dan perubahan sosial harus dijawab dengan langkah inovatif.
Mathla’ul Anwar dituntut menjadi entitas yang diperhitungkan, bukan sekadar hadir secara formal. Kualitas, pengaruh, dan kontribusi nyata harus dirasakan luas oleh masyarakat.
Momentum Harlah ini menjadi ruang refleksi untuk memperkuat tata kelola organisasi. Sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan program yang adaptif.
Penyatuan potensi internal menjadi kunci menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Semangat kolektif harus dihidupkan untuk menghasilkan dampak yang lebih luas.
Dakwah perlu hadir di ruang digital untuk menjangkau generasi muda masa kini. Pendidikan juga harus membentuk karakter dan keterampilan masa depan.
Harlah bukan sekadar seremoni, tetapi momentum memperbarui komitmen perjuangan organisasi. Mathla’ul Anwar diharapkan terus menjadi pelopor pendidikan dan dakwah sosial nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....