Timothy Ronald Ungkap Perbudakan Modern Tak Kasat Mata

  • 29 Mar 2026 01:24 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Fenomena perbudakan modern dinilai semakin nyata
  • Utang yang tidak terkelola dapat menjerat individu maupun kelompok dalam sistem yang mengikat
  • Generasi muda untuk tidak terjebak menjadi konsumen semata

RRI.CO.ID, Jakarta - Fenomena perbudakan modern dinilai semakin nyata membayangi kehidupan masyarakat global saat ini. Bentuknya tak lagi terlihat secara fisik, namun hadir dalam sistem ekonomi yang menjerat secara halus.

Co-Founder Akademi Crypto, Timothy Ronald, menilai perbudakan modern berkembang mengikuti dinamika zaman. Ia menyebut dampaknya bahkan lebih menekan dibanding praktik perbudakan pada masa lampau.

"Cara membuat 'budak' itu lebih patuh bukan dirantai, tetapi diberi harapan tentang kebebasan. Kalian bisa pilih rumah atau mobil impian, tapi harus bekerja seumur hidup untuk sistem," kata Timothy, Minggu, 29 Maret 2026.

Menurut Timothy, praktik tersebut tampak pada masyarakat yang memaksakan diri berutang demi mencapai gaya hidup tertentu. Mulai dari kepemilikan rumah hingga membangun usaha, sering kali dilakukan dengan tekanan finansial berkepanjangan.

Ia menilai utang yang tidak terkelola dapat menjerat individu maupun kelompok dalam sistem yang mengikat. Kondisi itu membuat masyarakat cenderung patuh terhadap mekanisme ekonomi demi mengejar mimpi yang dijanjikan.

Timothy juga menyoroti bagaimana sistem kerap menggerus akumulasi kekayaan melalui krisis atau tekanan ekonomi. Situasi itu membuat masyarakat kembali bekerja keras hanya untuk mempertahankan kondisi finansialnya.

Karena itu, ia mendorong generasi muda untuk tidak terjebak menjadi konsumen semata. Ia menekankan pentingnya perubahan pola pikir agar mampu keluar dari siklus ketergantungan tersebut.

Ia mengajak anak muda mulai mempertanyakan rutinitas kerja tanpa arah dan kepastian masa depan. Menurutnya, generasi saat ini perlu bertransformasi menjadi produsen demi memutus pola lama yang mengakar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....