Gejolak Global Belum Usai, Boni Hargens Serukan Kebijaksanaan

  • 29 Mar 2026 00:07 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Konflik yang terjadi telah menimbulkan dampak negatif terhadap kehidupan manusia maupun lingkungan
  • Pentingnya dukungan terhadap upaya pemerintah dalam menghadapi dampak konflik global

RRI.CO.ID, Jakarta — Di tengah gejolak global yang belum usai, analis politik senior Boni Hargens menyerukan pentingnya kebijaksanaan dalam merespons konflik dunia. Seruan itu disampaikan saat menggelar doa bersama ratusan anak yatim piatu dan warga pada momentum Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah.

Kegiatan berlangsung di Rumah Perdamaian, Depok, Jawa Barat, Sabtu, 28 Maret 2026. Selain doa bersama untuk perdamaian dunia, Boni juga memberikan santunan kepada anak-anak yatim piatu.

“Dunia kita saat ini sedang tidak baik-baik, ada perang Amerika-Israel melawan Iran, perang Rusia melawan Ukraina yang belum tuntas. Semuanya menciptakan ketidakstabilan global yang bisa berdampak pada situasi dalam negeri Indonesia,” ujarnya.

Boni menegaskan, konflik yang terjadi telah menimbulkan dampak negatif terhadap kehidupan manusia maupun lingkungan. Kondisi di berbagai kawasan, khususnya Timur Tengah, dinilai semakin menunjukkan luasnya dampak dari konflik global.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk berdoa kepada Tuhan agar dunia menjadi lebih baik. Ia menilai kebijaksanaan para pemimpin dunia sangat dibutuhkan dalam meredam konflik yang terjadi.

“Tentu kita berdoa juga kepada Tuhan agar memberikan rahmat kebijaksanaan kepada para pemimpin dunia terutama yang terlibat perang. Agar lebih mengedepankan dialog, dibandingkan perang atau cara-cara kekerasan dalam merespons atau menyelesaikan masalah,” ucapnya.

Lebih lanjut, Boni menyebut dirinya memilih kegiatan sosial dan doa dibandingkan menyampaikan teori atau analisis yang berpotensi menimbulkan keresahan. Ia juga mengingatkan pentingnya dukungan terhadap upaya pemerintah dalam menghadapi dampak konflik global.

“Kalau para ahli lain mengajukan hipotesis, teori yang seringkali menimbulkan keresahan, juga menyudutkan pemerintah. Kami memilih kegiatan-kegiatan sosial, mengajak masyarakat untuk berdoa demi kebaikan bangsa dan negara serta perdamaian dunia,” pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....