Kolaborasi BAZNAS dan LAZ Dorong Optimalisasi Zakat Jadi Solusi
- 12 Mar 2026 04:48 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Lembaga Amil Zakat (LAZ) mendorong optimalisasi pengelolaan zakat sebagai upaya mengentaskan kemiskinan sekaligus menguatkan perekonomian masyarakat di Indonesia. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan sinergi antarlembaga pengelola zakat, peningkatan literasi zakat di masyarakat, digitalisasi layanan zakat, hingga penguatan sumber daya manusia (SDM) amil zakat.
Hal tersebut mengemuka dalam acara Talkshow “Kiprah BAZNAS dan LAZ: Zakat Menguatkan Indonesia” yang digelar di Mal Atrium Senen, Jakarta, Rabu (11/3/2026). Hadir Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., Pimpinan BAZNAS RI Dr. H. Rizaludin Kurniawan.
Selain itu hadir Ketua Dompet Dhuafa Ahmad Juwaini, serta Head of Customer Relations & Networking Rumah Zakat Tantan Supriatna. Dalam arahannya, Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid mengatakan, peningkatan kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah menjadi kunci utama dalam memperkuat peran zakat bagi kesejahteraan umat.
Menurutnya, kesadaran tersebut perlu didorong melalui berbagai upaya proaktif, salah satunya dengan mendekatkan layanan zakat langsung ke masyarakat di berbagai ruang publik. “Kita tidak menunggu, tetapi datang langsung ke pusat-pusat keramaian agar kesadaran masyarakat meningkat,” ujar Sodik.
Ia menambahkan, penguatan zakat menjadi langkah strategis untuk membantu mengatasi persoalan kemiskinan yang hingga kini masih menjadi tantangan di Indonesia. “Presiden juga pernah menyampaikan bahwa dalam beberapa tahun terakhir kemiskinan masih menjadi tantangan di Indonesia. Salah satu solusi yang dapat kita dorong adalah melalui penguatan zakat,” katanya.
Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Rizaludin Kurniawan mengatakan, terdapat dua hal yang harus dilakukan bersama agar pengelolaan dan pendistribusian zakat berjalan efektif dan efisien. Yakni penggunaan satu data nasional bagi mustahik dan pendampingan berkelanjutan mustahik pada program pemberdayaan.
"Penguatan tata kelola zakat perlu didukung oleh pemanfaatan data yang terintegrasi agar penyaluran bantuan kepada mustahik lebih tepat sasaran dan tidak tumpang tindih," ujarnya. Selain itu, Rizaludin juga menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan kepada para mustahik agar program pemberdayaan zakat dapat memberikan dampak yang lebih berkelanjutan.
“Banyak mustahik yang tidak bisa dilepas begitu saja. Maka diperlukan pendampingan berkelanjutan untuk menjaga ketahanan ekonomi mustahik,” ujarnya. Pada kesempatan tersebut, Ketua Dompet Dhuafa Ahmad Juwaini menyatakan dukungannya terhadap penguatan sinergi antarpengelola zakat guna meningkatkan capaian zakat nasional, baik dari sisi penghimpunan maupun pemanfaatannya bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Prinsipnya kami ingin terus bersama seluruh stakeholder zakat untuk menyukseskan pencapaian zakat nasional. Penghimpunannya tercapai dan pendistribusiannya bermanfaat sehingga semakin banyak masyarakat miskin yang terbantu,” ujar Ahmad.
“Zakat bukan sekadar menemani orang miskin, tetapi menjadi instrumen transformasi agar terjadi perubahan hidup pada kelompok fakir dan miskin. Karena itu pemberdayaan ekonomi melalui zakat perlu terus diperkuat,” ucapnya.
Hal senada disampaikan Head of Customer Relations & Networking Rumah Zakat Tantan Supriatna. Ia menilai, keberhasilan program zakat dapat dilihat dari perubahan yang terjadi baik pada muzaki maupun mustahik.
Menurutnya, zakat harus mampu menciptakan transformasi berkelanjutan hingga mustahik dapat meningkatkan kesejahteraannya dan secara bertahap keluar dari kemiskinan. "Program pemberdayaan zakat perlu diarahkan pada penguatan ekonomi masyarakat," ujarnya.