Godrej Dukung Peran Perempuan dalam Aksi Iklim
- 11 Feb 2026 17:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Perempuan memegang peran kunci sebagai agen perubahan. Survei Sukarelawan Indonesia Pembela Alam (RIMBA, 2026) menunjukkan bahwa 82 persen Generasi Z di Indonesia peduli terhadap pelestarian lingkungan, serta 85 persen memandang perlindungan alam sebagai prioritas nasional.
Temuan ini menegaskan bahwa kesadaran iklim tumbuh kuat di level komunitas, di mana perempuan sering menjadi penggerak nilai, kebiasaan, dan keputusan sehari-hari yang berkelanjutan. Berangkat dari pemahaman tersebut, dalam rangka menyambut International Women’s Day yang diperingati setiap 8 Maret, Godrej Consumer Products Indonesia (GCPI) memperkuat komitmennya melalui inisiatif "Rooted in Purpose: Women Shaping Climate Outcomes".
Inisiatif ini dirancang sebagai komitmen jangka panjang untuk memberdayakan perempuan sebagai penggerak utama aksi iklim berbasis komunitas. Sekaligus, memperluas dampak keberlanjutan yang relevan dengan konteks lokal Indonesia.
Berawal dari kegelisahan melihat ruang hijau di sekitarnya semakin menyempit, salah satu sosok yang dihadirkan adalah Rosita Istiawan, pegiat lingkungan berbasis komunitas yang telah mengembangkan lebih dari 30 hektare Hutan Organik di kawasan Mega Mendung, Kabupaten Bogor. Dari total luasan tersebut, terbentuk 20 kelompok tani dengan masing-masing beranggotakan 20–30 orang, yang sebagian besar merupakan perempuan.
Rosita meyakini bahwa pemberdayaan perempuan memiliki efek berlipat, karena apa yang dimulai dari satu orang dapat menyebar ke keluarga dan komunitas. Langkahnya pun bermula dari hal sederhana, yakni menanam dan merawat lingkungan di sekitar rumah, yang kemudian berkembang dengan mengajak perempuan lain untuk terlibat menjaga, merawat, dan menumbuhkan kepedulian bersama.
Konsistensi inilah yang akhirnya membentuk gerakan berbasis komunitas yang terus tumbuh dan berkelanjutan hingga hari ini. Menurut Rosit, perubahan tumbuh ketika perempuan diberi ruang, kepercayaan, dan pembekalan untuk bergerak bersama komunitasnya.
"Kami percaya langkah sederhana yang dijalani secara konsisten bisa menciptakan dampak besar," ujarnya pada acara talkshow di kawasan Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Selasa, 10 Februari 2026.
Rosita mengapresiasi dukungan Godrej yang memberi ruang bagi proses ini. Sehingga kepedulian yang lahir dari komunitas dapat berakar kuat, menginspirasi lebih banyak orang, dan bertahan dalam jangka panjang.
GCPI menegaskan posisinya bukan hanya sebagai perusahaan yang berkomitmen pada keberlanjutan, tetapi sebagai mitra jangka panjang yang membangun kapasitas komunitas, khususnya perempuan. Hal ini guna menciptakan dampak lingkungan yang nyata dan berkelanjutan.
"Kami percaya bahwa pemberdayaan perempuan adalah kunci dalam menciptakan perubahan iklim yang berkelanjutan. Ketika perempuan diberdayakan, dampak yang tercipta tidak hanya berhenti pada satu aksi, tetapi meluas ke keluarga, komunitas, dan generasi berikutnya. Inilah pendekatan keberlanjutan yang ingin terus kami bangun bersama masyarakat," ujar Wahyu Radita, Head of Corporate Communications, Sustainability & Culture GCPI.
Sejalan dengan strategi keberlanjutan global dan nasional, GCPI secara konsisten mendorong kontribusi terhadap SDG 5 (Gender Equality) dan SDG 13 (Climate Action) melalui pendekatan yang inklusif, aplikatif, dan berbasis komunitas. Ke depan, Godrej akan melanjutkan kolaborasi jangka panjang dengan Rosita Istiawan dan komunitas lokal untuk memperluas ruang hijau dan memperkuat kesadaran lingkungan, khususnya di sekitar area operasional GCPI di Gunung Putri, Jawa Barat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....