Mengulas Sejarah Hari Introvert Sedunia Setiap 2 Januari
- 02 Jan 2026 09:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Setiap tanggal 2 Januari, dunia memperingati Hari Introvert Sedunia. Peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran publik tentang kepribadian introvert yang kerap disalahpahami.
Hari ini dicetuskan pertama kali oleh psikolog Felicitas Heyne pada 2011. Tanggal 2 Januari dipilih karena introvert membutuhkan waktu mengisi ulang energi pasca Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Dicetuskan pertama kali oleh psikolog dan penulis Felicitas Heyne pada 2011, peringatan ini menjadi pengingat bahwa ‘istirahat dari dunia’ merupakan kebutuhan dasar orang. Setelah selama bertahun-tahun, menjadi introvert kerap disalahpahami.
Stigma seperti ‘pendiam berarti sombong,’ ‘pemalu,’ atau ‘anti-sosial’ sering melekat, padahal introversi hanyalah masalah orientasi energi. Menurut pakar psikologi, perbedaan utama antara introvert dan ekstrovert terletak pada respons dopamin dan sumber energi.
Sementara ekstrovert mendapatkan semangat dari keramaian, namun introvert malah sebaliknya untuk memperoleh kekuatan. Di dunia kerja, kelebihan introvert termasuk kemampuan mengamati detail, berpikir matang, dan kreativitas tinggi.
Tokoh dunia seperti Albert Einstein, J.K. Rowling, hingga Bill Gates adalah contoh introvert sukses. Memperingati Hari Introvert Sedunia tidak memerlukan pesta besar, cukup memberi ruang dan kesempatan menyendiri.
Cara lain merayakannya adalah dengan edukasi diri, self-care, membaca, menulis, atau menikmati waktu tenang. Hari ini mengajak masyarakat menghargai keheningan dan ruang personal untuk setiap individu bersinar.
Dunia tidak hanya butuh suara lantang, tetapi juga pemikiran yang jernih dan mendalam. Dengan memahami introvert, kita membangun lingkungan yang inklusif bagi berbagai tipe kepribadian.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....