IWL Disambut Optimistis, Jadi Panggung Baru Pesepak Bola Putri Indonesia

  • 12 Agt 2026 15:37 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Bergulirnya Indonesia Women's League (IWL) pada Oktober 2026 disambut optimistis oleh pelatih dan pemain sepak bola putri yang menilai kompetisi tersebut membuka ruang baru bagi pengembangan karier profesional. Kehadiran IWL juga diharapkan memperluas talent pool sekaligus meningkatkan kualitas persaingan pemain putri di Indonesia.

Dikutip dari laman PSSI, pada Rabu, 12 Agustus 2026, IWL dijadwalkan memulai kick-off pada 17 Oktober 2026 dengan format pertandingan centralized stadium di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Jakarta. Kompetisi perdana ini diikuti enam klub dari kawasan Jabodetabek, yakni Bekasi FC, Persikad Depok, Dewa United, Persija Jakarta, Persita Tangerang, dan Garuda Yaksa.

Pelatih sekaligus manajer Persikad Depok, Diego Tobing, menilai IWL menjadi momentum penting bagi perkembangan sepak bola putri nasional. “Dengan IWL, sudah pasti lebih menantang karena kompetisi pertama ini akan menjadi tolok ukur baru bagi kelayakan pemain-pemain putri potensial di masa depan,” ujar Diego, Rabu 12 Agustus 2026.

Diego juga menilai model drafting yang memadukan pemain tim nasional dan non-tim nasional dalam satu klub merupakan langkah positif. Skema tersebut dinilai mampu menciptakan persaingan sehat sekaligus memberikan ruang belajar bagi pemain muda, terutama mereka yang berusia 17 hingga 18 tahun, melalui pengalaman bermain bersama pemain senior.

Dengan alokasi enam pemain tim nasional di setiap klub, proses pembinaan dan pertumbuhan pemain berpengalaman bersama pemain muda diharapkan dapat berjalan lebih optimal. Kondisi tersebut juga dinilai dapat memperluas kesempatan bagi pemain potensial untuk menunjukkan kemampuan dalam kompetisi dengan atmosfer profesional.

Optimisme serupa juga disampaikan pemain Dewa United, Safira Ika Putri, yang menyebut IWL sebagai wadah profesional bagi pesepak bola putri untuk membangun karier di dalam negeri. Menurutnya, kompetisi yang terstruktur dapat membantu pemain meningkatkan kualitas permainan, kemampuan teknis, serta kesiapan fisik.

“Senang sekarang ada wadah yang lebih profesional untuk berkarier di sepak bola di dalam negeri, sehingga kami bisa berkembang dari sisi permainan dan skill,” kata Safira. Ia menambahkan, rangkaian persiapan hingga pertandingan akan membantu menjaga kebugaran pemain, sementara sistem kontrak menjadi salah satu langkah awal dalam membangun karier profesional.

Pemain Bekasi FC, Zahra Musdalifa, turut menyambut antusias kehadiran IWL meski dirinya masih menjalani pemulihan cedera dan berpotensi baru tampil pada putaran kedua. Ia menyebut kompetisi tersebut sebagai perwujudan harapan pemain putri untuk merasakan atmosfer liga profesional setelah rencana kompetisi pada 2019 terkendala pandemi pada 2020.

“Meski masih enam klub dan bermain dengan model centralized, bagi saya it’s better than nothing. Ini membuat mimpi kami sebagai pemain profesional benar-benar menjadi kenyataan,” tutur Zahra.

Zahra juga menilai skema drafting merupakan pilihan tepat untuk tahap awal penyelenggaraan IWL karena penyebaran pemain tim nasional ke sejumlah klub dapat mengurangi kesenjangan kekuatan antartim. Ia mengajak pemain non-tim nasional memanfaatkan kompetisi tersebut untuk membuktikan kualitas sekaligus membuka jalan menuju karier profesional, dengan IWL diharapkan menjadi fondasi kompetisi sepak bola putri nasional yang semakin kompetitif dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....