Piala Dunia 2030 Bersejarah: Lintas 3 Benua, 6 Negara Ini Dipastikan Lolos Lebih Awal!

  • 21 Jul 2026 07:40 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - FIFA secara resmi telah mengonfirmasi enam negara yang dipastikan lolos langsung ke putaran final Piala Dunia 2030 tanpa harus melalui jalur kualifikasi. Keenam negara tersebut adalah Spanyol, Portugal, Maroko, Argentina, Uruguay, dan Paraguay.

Tiga negara pertama, yakni Spanyol, Portugal, dan Maroko, ditunjuk sebagai tuan rumah utama turnamen empat tahunan ini. Penunjukan tersebut membuat ketiga negara di kawasan Eropa dan Afrika itu secara otomatis mendapatkan jatah tiket putaran final.

Sementara itu, tiga negara Amerika Selatan (Argentina, Uruguay, dan Paraguay) juga mendapat tiket lolos otomatis sebagai tuan rumah laga peringatan seratus tahun (centenary). Ketiga negara ini masing-masing akan menggelar satu pertandingan pembuka sebelum sisa kompetisi berpindah ke lokasi utama.

Keputusan menggelar laga peringatan di Amerika Selatan diambil FIFA untuk merayakan 100 tahun sejarah Piala Dunia yang pertama kali diadakan di Uruguay pada tahun 1930. Uruguay ditunjuk untuk mengenang gelaran perdana tersebut, Argentina sebagai finalis edisi 1930, sedangkan Paraguay merupakan tuan rumah markas besar konfederasi CONMEBOL.

Edisi 2030 mencatatkan rekor bersejarah sebagai Piala Dunia pertama yang diselenggarakan lintas tiga benua, yaitu Eropa, Afrika, dan Amerika Selatan. Format unik ini melibatkan kerja sama langsung dari tiga konfederasi sepak bola sekaligus, yakni UEFA, CAF, dan CONMEBOL.

Sebagian besar dari total 104 pertandingan dalam turnamen ini nantinya akan dipusatkan di Spanyol, Portugal, dan Maroko. Stadion-stadion megah seperti Camp Nou, Santiago Bernabéu, hingga Hassan II Stadium di Maroko diproyeksikan menjadi panggung utama ajang bergengsi tersebut.

Kepastian lolosnya enam negara tuan rumah ini membuat perburuan sisa tiket Piala Dunia 2030 bagi negara-negara lain dipastikan bakal berlangsung sengit. Informasi serta rincian resmi mengenai format turnamen bersejarah ini bersumber langsung dari pernyataan resmi FIFA serta laporan media olahraga Sky Sports dan Al Jazeera.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....