S1 Jurnalistik FISIP UNIB Bahas Masa Depan Jurnalisme di Era AI

  • 07 Okt 2026 13:57 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Program Studi S1 Jurnalistik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Bengkulu (UNIB) menggelar Seminar Nasional Jurnalistik bertema “Jurnalisme di Era AI: Bertransformasi atau Terdisrupsi?” di Ruang Internasional FISIP UNIB, Rabu 7 Oktober 2026. Kegiatan yang digelar secara hybrid melalui tatap muka dan Zoom Meeting tersebut membahas perkembangan kecerdasan buatan serta dampaknya terhadap dunia jurnalistik.

Seminar dibuka secara resmi oleh Dekan FISIP UNIB, Prof. Dr. Drs. H. Sugeng Suharto, M.M., M.Si., yang menekankan pentingnya kemampuan insan jurnalistik beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Menurutnya, AI merupakan perkembangan yang tidak dapat dihindari sehingga mahasiswa, akademisi, dan praktisi jurnalistik perlu memahami serta memanfaatkannya dengan tetap menjaga nilai kebenaran dalam jurnalistik.

Prof. Sugeng mengatakan perkembangan AI berlangsung sangat cepat sehingga peningkatan pengetahuan dan pemahaman terhadap teknologi menjadi kebutuhan bagi insan jurnalistik. Ia mengingatkan pemanfaatan AI tetap harus diarahkan untuk mendukung pekerjaan jurnalistik tanpa mengabaikan prinsip akurasi dan kebenaran informasi.

Ketua Program Studi S1 Jurnalistik FISIP UNIB, Yuliati, S.Sos., M.I.Kom., mengatakan seminar tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa dan akademisi untuk memahami perubahan dalam dunia jurnalistik akibat perkembangan teknologi AI. Ia mendorong peserta tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memahami cara memanfaatkannya dengan tetap menjaga marwah, akurasi, dan kode etik jurnalistik.

Seminar menghadirkan tiga narasumber, yakni Dr. Andi Vita Sukmarini, M.I.Kom. dari Universitas Fajar, Dr. Mas Agus Firmansyah, M.Si. dari Universitas Bengkulu, dan Triono Wahyu S. selaku Manager Regional detikcom. Sementara sesi pemaparan materi dan diskusi dipandu Refika Mastanora, M.I.Kom. dari UIN Mahmud Yunus Batusangkar sebagai moderator.

Diskusi membahas berbagai tantangan dan peluang pemanfaatan AI dalam perkembangan jurnalistik, termasuk perubahan pola kerja dan kebutuhan kompetensi jurnalis di era digital. Peserta yang hadir secara langsung maupun mengikuti melalui Zoom Meeting juga aktif menyampaikan pertanyaan dan pandangan selama sesi diskusi.

Kegiatan diikuti lebih dari 80 peserta secara luring dan sekitar 90 peserta secara daring yang berasal dari kalangan mahasiswa, akademisi, praktisi jurnalistik, serta pihak yang memiliki perhatian terhadap perkembangan media dan teknologi. Melalui seminar tersebut, peserta diharapkan semakin memahami pemanfaatan AI sekaligus pentingnya mempertahankan akurasi, verifikasi, etika, dan tanggung jawab dalam praktik jurnalistik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....