Gelombang Perairan Bengkulu Capai 2,5 Meter, Kapal Nelayan Diminta Waspada
- 07 Okt 2026 13:58 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Fatmawati Soekarno Bengkulu memprakirakan gelombang di sejumlah wilayah perairan Bengkulu masih mencapai 1,25 hingga 2,5 meter dalam tiga hari ke depan. Kondisi tersebut dipengaruhi angin monsun Australia yang masih terasa meski kekuatannya mulai menurun memasuki periode peralihan musim.
Forecaster BMKG Stasiun Meteorologi Fatmawati Soekarno Bengkulu, Fajar, mengatakan angin di wilayah Bengkulu masih didominasi dari arah tenggara. Kondisi tersebut turut memengaruhi tinggi gelombang di sejumlah wilayah perairan Bengkulu.
"Dari analisa kita, walaupun sudah masuk musim peralihan, angin monsun Australia masih terasa, walaupun cenderung menurun dari yang kemarin. Dominan angin kita masih dari arah tenggara," kata Fajar, Rabu 7 Oktober 2026.
Menurutnya, gelombang dengan ketinggian hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di perairan Bengkulu bagian utara, perairan Bengkulu bagian selatan, serta wilayah Enggano hingga Samudra Hindia sebelah barat Bengkulu.
Fajar mengatakan kondisi gelombang tersebut sebenarnya telah berlangsung sejak awal musim kemarau ketika angin dari Australia cukup kuat. Meski demikian, aktivitas pelayaran masih dapat berlangsung dengan menyesuaikan kondisi perairan dan karakteristik masing-masing kapal.
Ia menegaskan kondisi perairan dapat berubah dari hari ke hari sehingga kapal penyeberangan maupun kapal lainnya perlu menyesuaikan waktu pelayaran. BMKG terus memberikan informasi mengenai kondisi angin dan gelombang sebagai bahan pertimbangan sebelum kapal berangkat.
Fajar menyebut informasi tersebut juga diberikan kepada KMP Pulau Tello yang melayani penyeberangan dengan jadwal tidak rutin. Kapal tersebut biasanya menyesuaikan jadwal pelayaran, termasuk pada hari Senin dan Jumat, dengan kondisi perairan.
"Yang pasti mereka sebelum berangkat, mereka sudah mendapatkan informasi dari BMKG tentang arah kecepatan angin maupun tinggi gelombang," katanya.
Namun, BMKG tidak mengetahui secara langsung keputusan operasional kapal setelah informasi cuaca dan gelombang disampaikan. Keputusan untuk berlayar atau menunda perjalanan menjadi kewenangan operator dengan mempertimbangkan kondisi kapal dan keselamatan pelayaran.
Menurut Fajar, tinggi gelombang 2,5 meter tidak selalu memberikan dampak yang sama terhadap setiap jenis kapal. Kapal berukuran besar bisa memiliki kemampuan menghadapi gelombang tersebut, sementara kapal nelayan berukuran kecil dapat lebih terdampak.
"Karena untuk gelombang ini berbeda-beda. Untuk kapal besar tidak ada apa-apanya, tapi untuk kapal nelayan yang kecil mungkin ini berpengaruh dan diminta berwaspada," tuturnya.
Fajar menegaskan BMKG berfokus menyampaikan informasi mengenai kondisi cuaca, arah dan kecepatan angin, serta tinggi gelombang kepada pengguna jasa pelayaran. Informasi tersebut menjadi bahan pertimbangan bagi operator untuk menyesuaikan aktivitas pelayaran dengan kondisi perairan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....