DLH Kota Bengkulu Dorong Budidaya Maggot untuk Kurangi Sampah Organik

  • 02 Okt 2026 18:04 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus mendorong budidaya maggot sebagai salah satu upaya mengurangi timbulan sampah organik sekaligus menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Kepala DLH Kota Bengkulu, Anshar Amin, mengatakan budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) dinilai menjadi salah satu metode yang efektif untuk mengolah sampah organik karena proses penguraiannya relatif lebih cepat dibandingkan pengomposan konvensional.

“Kalau pengomposan biasa membutuhkan waktu berbulan-bulan, maggot mampu mengurai sampah organik hanya dalam hitungan jam. Ini menjadi solusi cepat yang sangat potensial untuk menekan volume sampah di Kota Bengkulu,” ujar Anshar, Jumat 2 Oktober 2026.

Menurutnya, program tersebut tidak hanya diarahkan untuk mengurangi sampah dan meringankan beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Tetapi juga dikembangkan dengan konsep ekonomi sirkular.

Sampah organik yang sebelumnya menjadi persoalan lingkungan dapat dimanfaatkan sebagai media budidaya maggot. Selanjutnya, maggot dapat digunakan sebagai pakan ikan, salah satunya ikan lele, sehingga menghasilkan manfaat ekonomi sekaligus mendukung ketahanan pangan masyarakat.

“Ini konsep ekonomi sirkular, sampah organik diolah menjadi maggot, kemudian maggot menjadi pakan ikan lele. Hasilnya bisa dimanfaatkan masyarakat sekaligus mendukung upaya penanganan stunting melalui konsumsi ikan bergizi,” katanya.

Untuk menjaga keberlanjutan program, DLH Kota Bengkulu juga menggandeng akademisi dan komunitas lingkungan. Kolaborasi tersebut dilakukan melalui edukasi serta pendampingan teknis kepada masyarakat agar budidaya maggot dapat dilakukan secara mandiri dan berkelanjutan.

Saat ini, budidaya maggot telah mulai diterapkan di sejumlah wilayah, di antaranya Kelurahan Tebeng, Lingkar Barat, Sawah Lebar, Sukarami, Padang Serai, Tanah Patah, dan Jalan Gedang. DLH berharap program tersebut dapat terus diperluas ke kelurahan lainnya, dengan semakin banyak masyarakat yang terlibat, pengolahan sampah organik di tingkat lingkungan diharapkan dapat mengurangi sampah yang dibawa ke TPA sekaligus memberikan nilai tambah bagi warga.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....