Wali Kota Bengkulu Pastikan Keluarga Pensiunan Dapat Layanan 4 in 1

  • 02 Okt 2026 12:04 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi kembali hadir di tengah keluarga warga yang sedang berduka. Kali ini, Dedy menghadiri takziah malam ketiga di rumah almarhum H. Sugiarto bin Zainal Abidin, Jalan Kesehatan 2, RT 03, RW 01, Kelurahan Anggut Atas, Kota Bengkulu.

Kehadiran Dedy bukan hanya untuk menyampaikan belasungkawa, tetapi juga memastikan keluarga yang ditinggalkan mendapatkan kemudahan dalam mengurus berbagai keperluan administrasi setelah meninggalnya anggota keluarga. Almarhum H. Sugiarto diketahui merupakan pensiunan. Semasa hidupnya, almarhum bersama istrinya juga pernah menunaikan ibadah haji bersama rombongan Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi.

Dalam kesempatan tersebut, Dedy menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada keluarga almarhum. Ia mendoakan agar seluruh amal ibadah almarhum diterima oleh Allah SWT, dosa-dosanya diampuni, serta mendapat tempat terbaik di sisi-Nya.

Dedy juga mengajak keluarga untuk tetap sabar dan ikhlas menghadapi kepergian almarhum. Menurutnya, pemerintah daerah perlu hadir tidak hanya ketika masyarakat membutuhkan pelayanan dalam kondisi biasa, tetapi juga ketika warga sedang menghadapi masa sulit.

“Jadi Bapak Ibu semua, di Kota Bengkulu ini insyaallah kita akan bantu masyarakat, ketika berduka tidak usah repot-repot. Bagi pensiunan dan PNS ada pemerintah yang membantu Bapak Ibu semua mengurus dan mengantar, tidak usah repot-repot datang ke Taspen,” ujarnya.

Selain menyampaikan doa dan belasungkawa, Dedy menyerahkan layanan administrasi melalui program Four in One atau 4 in 1 kepada keluarga almarhum. Program tersebut mencakup penyerahan akta kematian, perubahan Kartu Keluarga (KK), perubahan Kartu Tanda Penduduk (KTP), serta buku tabungan Taspen bagi keluarga pensiunan.

Layanan ini diberikan untuk membantu keluarga agar tidak perlu mengurus berbagai dokumen secara terpisah setelah anggota keluarganya meninggal dunia. Dedy mengatakan, pemerintah berupaya membuat pelayanan yang lebih mudah dan dekat dengan masyarakat, khusus bagi keluarga pensiunan dan aparatur sipil negara (ASN), pemerintah membantu proses administrasi yang berkaitan dengan hak-hak keluarga setelah adanya anggota keluarga yang meninggal dunia.

Ia menegaskan, keluarga tidak perlu datang sendiri ke sejumlah kantor untuk menyelesaikan berbagai administrasi. Pemerintah akan membantu mengurus sekaligus mengantarkan dokumen yang dibutuhkan.

Menurut Dedy, kondisi berduka merupakan masa yang tidak mudah bagi keluarga. Karena itu, urusan administrasi seharusnya tidak menambah beban keluarga yang sedang kehilangan orang yang dicintai.

Melalui program 4 in 1, pemerintah berupaya menyederhanakan proses tersebut. Keluarga cukup mendapatkan pendampingan dari pemerintah sehingga sejumlah kebutuhan administrasi dapat diproses secara lebih mudah.

Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemkot Bengkulu menghadirkan pelayanan publik yang lebih responsif dan menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung. Dedy mengatakan, pelayanan seperti ini akan terus didorong agar masyarakat merasakan kehadiran pemerintah dalam berbagai situasi, termasuk saat menghadapi kedukaan.

Ia berharap masyarakat Kota Bengkulu tidak ragu meminta bantuan pemerintah ketika membutuhkan pelayanan administrasi. Pemerintah, kata Dedy, akan berupaya membantu masyarakat agar proses pelayanan tidak menjadi beban tambahan.

Kehadiran pemerintah di tengah keluarga yang berduka juga menjadi bentuk kepedulian sosial, sekaligus upaya membangun pelayanan publik yang lebih manusiawi. Pemerintah tidak hanya hadir melalui program pembangunan, tetapi juga melalui perhatian terhadap kebutuhan warga dalam kehidupan sehari-hari.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....