Sejumlah Penerbangan di Bengkulu Dibatalkan imbas Erupsi Anak Gunung Krakatau

  • 06 Sep 2026 09:39 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu — Erupsi Anak Gunung Krakatau yang terjadi sejak Jumat 4 September 2026 malam akhirnya berdampak terhadap sejumlah penerbangan dari dan menuju Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu, Minggu 6 September 2026. Beberapa penerbangan dibatalkan sebagai dampak sebaran abu vulkanik yang memengaruhi jalur penerbangan serta operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta.

General Manager Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu, Trisna Wijaya, mengatakan pembatalan dilakukan sebagai langkah untuk memastikan keselamatan penumpang dan kru pesawat. Sebanyak 7 penerbangan dengan total 7 penerbangan kedatangan dan 7 keberangkatan dibatalkan akibat sebaran abu vulkanik dan penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta (WIII).

Adapun penerbangan terdampak pembatalan yakni Batik Air yang terdampak yakni ID 6819 rute Bengkulu-Jakarta pukul 06.00 WIB, ID 6814 Jakarta-Bengkulu pukul 15.10 WIB. Selanjutnya maskapai Bati Air ID 6815 Bengkulu-Jakarta pukul 15.50 WIB, serta ID 6818 Jakarta-Bengkulu pukul 16.30 WIB.

Dari maskapai Super Air Jet, penerbangan yang terdampak yakni IU 834 Jakarta-Bengkulu pukul 09.20 WIB, IU 835 Bengkulu-Jakarta pukul 10.00 WIB. Serta IU 830 Jakarta-Bengkulu pukul 11.20 WIB, dan IU 831 Bengkulu-Jakarta pukul 12.00 WIB.

Sementara Susi Air juga terdampak melalui penerbangan SI 7250 Pagar Alam-Bengkulu pukul 08.35 WIB dan SI 7253 Bengkulu-Mukomuko pukul 09.05 WIB. Selain itu, penerbangan Citilink yang terdampak meliputi QG 990 Jakarta-Bengkulu pukul 11.50 WIB, QG 991 Bengkulu-Jakarta pukul 12.20 WIB. Kemudian QG 906 Jakarta-Bengkulu pukul 13.50 WIB, serta QG 907 Bengkulu-Jakarta pukul 14.25 WIB.

Trisna menyebutkan, tim operasional telah berkoordinasi dengan pihak maskapai dan instansi terkait untuk menangani penumpang yang terdampak pembatalan maupun penundaan penerbangan. Pembaruan informasi terkait penerbangan yang terdampak juga dilakukan secara berkala.

Ia mengimbau masyarakat yang akan bepergian melalui Bandara Fatmawati Soekarno untuk memantau jadwal penerbangan dan berkoordinasi langsung dengan maskapai. Hal itu penting untuk memastikan jadwal serta kondisi penerbangan sebelum menuju bandara.

Manajemen InJourney Airports Bandara Fatmawati Soekarno, lanjut Trisna, terus bersinergi dengan seluruh stakeholder untuk memastikan pelayanan kepada pengguna jasa tetap berjalan. Pihaknya berharap kondisi akibat erupsi Anak Gunung Krakatau dapat segera teratasi sehingga operasional penerbangan kembali normal.

Terbaru Badan Geologi Kementerian ESDM melaporkan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau masih berlangsung. Dimana rupsi terjadi pada pukul 03.53 WIB erupsi terekam selama 30 detik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....