Danlanal Dorong Mahasiswa Lakukan Penelitian Pergerakan Arus Laut Bengkulu

  • 30 Sep 2026 09:52 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu – Pergerakan arus laut di pesisir Bengkulu yang memicu abrasi di sejumlah wilayah dan sedimentasi di lokasi lainnya, dinilai perlu diteliti lebih mendalam. Terlebih pola perubahan garis pantai tersebut bahkan menunjukkan fenomena berbeda dalam kurun waktu tertentu.

Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Bengkulu Letkol Laut (P) Brama Setya Indramawan, S.T. mengatakan, berdasarkan pengamatan lapangan di Pantai Alun Utara Bengkulu Tengah sebagai contoh, terdapat wilayah yang sebelumnya masih tergenang laut, namun dalam sekitar delapan bulan terakhir garis pantainya terlihat semakin menjauh. Kondisi serupa juga ditemukan di kawasan Pulau Baai, dengan bagian utara mengalami abrasi sementara sisi selatan mengalami sedimentasi.

Menurutnya, kondisi tersebut berkaitan erat dengan pola arus laut yang membawa material sedimentasi dari satu kawasan ke kawasan lainnya. Karena itu, perubahan garis pantai Bengkulu perlu dikaji secara ilmiah untuk mengetahui pola pergerakannya dan kemungkinan perubahan yang terjadi pada musim berbeda.

“Arusnya kencang membawa partikel sedimentasi. Beberapa daerah mengalami abrasi, tetapi beberapa tempat mengalami sedimentasi,” ujarnya dalam acara graund breaking pembangunan rumah penyu di Alun Utara Bengkulu Tengah pada Selasa, 29 September 2026.

Ia mendorong mahasiswa dan perguruan tinggi di Bengkulu menjadikan fenomena tersebut sebagai objek penelitian. Dimana kajian diperlukan untuk mengetahui apakah perubahan garis pantai yang terjadi dalam delapan bulan terakhir akan terus berlanjut atau justru mengalami perubahan ketika memasuki musim barat dan musim timur.

Artinya Perubahan garis pantai, pola arus, abrasi hingga sedimentasi menurutnya dapat menjadi bahan penelitian untuk memperkuat pemahaman mengenai karakter laut Bengkulu.

“Alam Bengkulu ini perlu ditumbuhkan lagi rasa kepenasarannya karena unik. Pulau Baai juga unik, kemudian di sini lautnya sampai sekarang sudah menjauh. Itu cukup menarik untuk diteliti. Penelitian tersebut penting karena karakter laut Bengkulu yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia memiliki dinamika yang menarik untuk dikaji. Data mengenai pola arus, sedimentasi dan abrasi dinilai dapat menjadi dasar dalam memahami perubahan ekosistem serta pengelolaan kawasan pesisir,” katanya.

Lebih lanjut Danlanal juga menilai laut Bengkulu memiliki potensi besar yang selama ini belum sepenuhnya dikembangkan. Apalagi dengan garis pantai yang panjang dan berhadapan langsung dengan Samudra Hindia, masyarakat diminta melihat laut sebagai sumber potensi ekonomi, pendidikan, wisata dan konservasi.

“Jangan kita sudah diberi potensi laut yang luas dan panjang, kita berpikirnya sawit. Kita lihat ke pantai, jadikan itu wisata. Padahal pengembangan kawasan pesisir juga dapat diarahkan menjadi education park (edupark) yang menggabungkan kegiatan pendidikan lingkungan, konservasi penyu, penanaman pohon serta budidaya ikan. Konsep tersebut dinilai dapat menjadi ruang pembelajaran bagi anak-anak sejak tingkat taman kanak-kanak hingga masyarakat umum,” tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....