Kenali Tanda Serangan dan Cara Pengendalian Hama Tikus Sawah
- 30 Sep 2026 06:49 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Hama tikus sawah menjadi salah satu ancaman serius bagi petani karena dapat merusak tanaman padi sejak masa persemaian hingga menjelang panen. Serangan tikus tidak hanya menyebabkan tanaman mati atau rusak, tetapi juga berpotensi menurunkan hasil panen secara signifikan.
Maka dari itu, petani perlu mengenali tanda-tanda serangan hama tikus sawah sejak dini. Hal ini penting dilakukan agar pengendalian dapat dilakukan sebelum kerusakan meluas.
Merangkum dari laman Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bengkulu terdapat 3 tanda serangan tikus pada tanaman padi yang umum terjadi. Mulai dtai batang padi yang terpotong dan rebah.
Hamparan padi nampak gundul biasnaya sering terjadi ditengah petakan sawah. Tanda lai.nya petani juga dapat menemukan lubang aktif, jejak kaki, kotoran, serta jalur lintasan tikus di sekitar sawah.
Mengenali jenis tikus juga penting untuk menentukan langkah pengendalian. Pada lahan persawahan, tikus sawah (Rattus argentiventer) merupakan salah satu jenis yang paling umum ditemukan. Tikus ini memiliki kemampuan berkembang biak dengan cepat dan dapat berpindah dari satu petak sawah ke petak lainnya.
Populasinya cenderung meningkat apabila tersedia banyak sumber makanan dan tempat berlindung, terutama ketika sanitasi lingkungan sawah kurang terjaga. Serangan tikus ini dapat terjadi sejak persemaian hingga menjelang masa panen.
Pengendalian tikus sebaiknya tidak hanya dilakukan ketika tanaman sudah mengalami kerusakan. Merangkum dari laman BTMP Bengkulu terdapat 6 langkah pengendalian terpadu yang bisa dilakuman oleh petani yaitu :
1. Pantau Sebelum Tanam
Periksa pematang, saluran, dan petakan. Serta pantau aktivitas tikus dan kerusakan baru.
2. Tanam Dan Panen Serentak
Koordinasikan jadwal dalam satu hamparan untuk mengurangi sumber makanan bagi tikus terus menerus.
3. Kelola Persembunyian Tikus
Bersihkan tumpukan sisa tanaman dan kelola vegetasi tempat tikus berlindung
4. Gerakan Bersama
Libatkan kelompok tani untuk lakukan Gropyokan dengan waktu yang sesuai, terutama seusai panen.
| Baca juga: Pemkot Bengkulu Gencarkan Skrining TBC |
5. Sistem Perangkap
Gunakan pagar penghalang dipadukan dengan perangkap.
6. Lindungi Predator
Pelihara burung hantu padukan dsnagn perangkap dan pengelola budidaya.
Dengan mengenali tanda serangan, mengetahui jenis tikus yang menyerang, serta menerapkan enam langkah pengendalian secara terpadu, petani dapat menekan risiko kerugian akibat hama tikus sawah. Pengendalian akan lebih efektif apabila dilakukan sejak awal dan secara bersama-sama dalam satu kawasan, bukan menunggu sampai tanaman mengalami kerusakan berat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....