PM AAS Bengkulu Hadapi Kendala Hama dan Pengairan

  • 28 Sep 2026 19:59 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Program Pertanian Modern atau Modern Agriculture-Agricultural System (PM AAS) yang mulai diterapkan di Bengkulu sejak Juli 2026 masih menghadapi sejumlah kendala di tingkat petani. Selain serangan hama, ketersediaan air untuk lahan persawahan juga menjadi perhatian dalam penerapan metode tanam benih langsung atau tabela.

Ketua Kelompok Tani Kelurahan Dusun Besar, Kota Bengkulu, Fikri Hamzah mengatakan hama burung menjadi salah satu masalah utama dalam penerapan metode tabela. Jarak tabur benih padi yang relatif rapat membuat tanaman yang baru tumbuh lebih mudah ditemukan dan diserang burung sehingga berpotensi mengganggu pertumbuhan tanaman.

Menurut Fikri, penggunaan jaring dapat menjadi salah satu cara untuk mengantisipasi serangan hama burung pada tanaman padi. Namun, penerapannya cukup sulit karena luas lahan pertanian membutuhkan jaring dalam jumlah besar, sementara jaring tersebut hanya digunakan sekitar satu minggu hingga batang padi cukup besar dan tidak lagi mudah dimakan burung.

Selain hama burung, keong juga menjadi tantangan bagi petani yang menerapkan metode tabela. Sawah yang berdekatan dengan saluran irigasi membuat keong lebih mudah masuk ke area persawahan, sehingga tanaman padi yang baru tumbuh berisiko mengalami kerusakan.

Fikri menilai langkah antisipasi terhadap serangan hama perlu diperkuat agar penerapan PM AAS dapat mencapai tujuan meningkatkan produksi beras. Saat ini, petani telah melakukan pengendalian hama secara mandiri, salah satunya dengan menggunakan pestisida yang disemprotkan untuk mengurangi serangan hama pada tanaman padi.

Selain pengendalian hama, ketersediaan air juga menjadi faktor penting untuk mendukung pertumbuhan tanaman hingga masa panen. Kondisi musim kemarau yang membuat sejumlah lahan persawahan mengalami kekeringan, ditambah curah hujan yang masih minim, berpotensi menghambat kebutuhan pengairan tanaman.

Meski mulai memasuki masa peralihan menuju musim hujan, pola curah hujan yang belum menentu membuat petani tetap perlu mengantisipasi kebutuhan air di lahan. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam memastikan penerapan PM AAS dapat menghasilkan panen yang optimal dan sesuai dengan target peningkatan produksi beras.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....