Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), SE, dan Jembrana di Bengkulu Masih Terkendali

  • 29 Sep 2026 13:11 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Kondisi kesehatan hewan ternak di Provinsi Bengkulu masih terkendali dari ancaman Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Septicaemia Epizootica (SE) atau penyakit sapi ngorok, serta Jembrana. Hingga saat ini, pemerintah daerah belum menerima laporan terbaru mengenai kasus ketiga penyakit hewan menular tersebut.

Kepala Dinas Peternakan Provinsi Bengkulu Abdul Hadi, mengatakan kondisi tersebut tidak terlepas dari upaya pencegahan yang terus dilakukan oleh petugas di lapangan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperkuat pelaksanaan vaksinasi terhadap hewan ternak di sejumlah wilayah.

Abdul Hadi mengatakan vaksinasi terus dilakukan secara intensif untuk menjaga ternak dari ancaman penyakit menular. "Alhamdulillah sampai hari ini tidak ada laporan lagi, sudah aman. Kita juga sudah melaksanakan vaksinasi secara intensif," ujar Abdul Hadi, 29 September 2026.

Meski kondisi kasus saat ini terkendali, pengawasan terhadap mobilitas ternak tetap menjadi perhatian Dinas Peternakan Provinsi Bengkulu. Pergerakan hewan dari dan menuju daerah lain dinilai perlu dipantau karena dapat menjadi salah satu jalur masuknya penyakit ke wilayah Bengkulu.

Menurutnya, pengawasan lalu lintas ternak menjadi tantangan tersendiri karena saat ini tidak lagi tersedia pos terpadu di sejumlah jalur perbatasan antardaerah. Meski demikian, koordinasi dengan kabupaten yang berada di wilayah perbatasan tetap dilakukan untuk memperkuat pengawasan.

Ia menyebut Kabupaten Mukomuko dan Kaur menjadi wilayah yang mendapat perhatian dalam pengawasan pergerakan ternak dari luar daerah. Kedua wilayah tersebut memiliki posisi penting dalam pengawasan lalu lintas hewan karena berbatasan langsung dengan provinsi lain.

Abdul Hadi menuturkan petugas peternakan di daerah tetap menjalankan pemantauan terhadap hewan yang masuk dan keluar wilayah Bengkulu. "Petugas peternakan kita di sana, khususnya Kabupaten Mukomuko masih melaksanakan pemantauan terhadap hewan ternak yang keluar masuk wilayah Provinsi Bengkulu," tutur Abdul Hadi.

Pemantauan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi agar kondisi kesehatan ternak di Bengkulu tetap terjaga. Selain pemeriksaan terhadap lalu lintas hewan, upaya pencegahan juga diarahkan melalui vaksinasi dan koordinasi antara petugas di tingkat provinsi dengan pemerintah kabupaten.

Dinas Peternakan Provinsi Bengkulu juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap penyakit hewan menular meskipun tidak terdapat laporan kasus terbaru. Pengawasan secara berkelanjutan diperlukan untuk mempertahankan kondisi yang telah terkendali dan mencegah munculnya kembali PMK, SE, maupun Jembrana di wilayah Bengkulu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....