Pelindo Bangun Rumah Penyu Alun Utara, Jaga Pesisir Bengkulu

  • 29 Sep 2026 11:52 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu – PT Pelindo Regional 2 Bengkulu melalui program Pelindo Peduli Pesisir melakukan ground breaking pembangunan Rumah Penyu di kawasan Alun Utara, Kabupaten Bengkulu Tengah, Selasa 29 September 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga ekosistem penyu sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan pesisir yang menghadapi ancaman abrasi.

Program yang dilaksanakan bekerja sama dengan Yayasan Kesejahteraan Madani (Yakesma) tersebut diawali dengan pelepasan tukik atau anak penyu ke laut yang melibatkan anak-anak PAUD.

Branch Manager Yakesma Bengkulu Apra Julianda Poetra mengatakan pembangunan Rumah Penyu akan menjadi tempat pengolahan telur dan kolam tukik sebagai bagian dari pusat konservasi penyu di kawasan Alun Utara.

Bangunan tersebut dirancang berukuran sekitar 10 x 4 meter dan diharapkan dapat mendukung kegiatan konservasi yang selama ini dilakukan secara mandiri oleh pengelola kawasan, Zul.

“Selama ini Pak Zul membeli telur penyu dari masyarakat menggunakan uang pribadi. Dengan adanya program ini, kita ingin membantu agar kegiatan konservasi bisa terus berjalan,” ujarnya.

Foto : Prosesi pelepasan tukik

Selain pembangunan Rumah Penyu, Pelindo juga menyiapkan dukungan sarana berupa kapal dan mesin untuk membantu kegiatan konservasi. Program tersebut direncanakan mulai diimplementasikan pada 2027.

General Manager Pelindo Regional 2 Bengkulu, Dimas Rizky K, mengemukakan program Pelindo Peduli Pesisir merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-5 Pelindo yang jatuh pada 1 Oktober 2026 lusa.

Menurutnya, Pelindo tidak hanya menjalankan fungsi bisnis, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta lingkungan.

“Pelindo tidak hanya mencari laba, tetapi hadir di tengah masyarakat Bengkulu untuk bersinergi dan berkolaborasi dengan seluruh stakeholder dalam memajukan masyarakat Bengkulu,” katanya.

Dimas menegaskan, program tersebut tidak boleh berhenti pada pembangunan fisik. Konservasi penyu di Alun Utara diharapkan berkembang menjadi kawasan edukasi, penelitian, hingga pariwisata yang memberikan manfaat lebih luas.

Terlebih Pelindo juga merencanakan pembangunan dua kawasan edupark di Bengkulu sebagai bagian dari pengembangan program lingkungan dan edukasi masyarakat.

Sementara itu Komandan Lanal Bengkulu Letkol Laut (P) Brama Setya Indramawan, S.T. menilai keberadaan Rumah Penyu menjadi langkah penting dalam menjaga ekosistem pesisir. Ia mengapresiasi pengelola konservasi yang selama bertahun-tahun berupaya menyelamatkan telur penyu untuk ditetaskan dan dilepas kembali ke alam.

Dia juga mendorong mahasiswa untuk melakukan penelitian terhadap perubahan garis pantai di kawasan tersebut. Sebab, menurutnya, dalam beberapa bulan terakhir terjadi perubahan garis pantai yang cukup signifikan akibat dinamika abrasi dan sedimentasi.

“Ini menarik untuk diteliti mahasiswa. Apakah perubahan ini terus berlangsung atau ada pola tertentu ketika musim barat dan musim timur. Alam Bengkulu ini unik dan perlu ditumbuhkan kembali rasa penasaran untuk menelitinya,” jelasnya.

Foto : Prosesi foto bersama.

Kegiatan ground breaking turut dihadiri DanLanal Bengkulu, Danramil, Polsek, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bengkulu, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah, perangkat desa, mahasiswa Universitas Bengkulu, serta pengelola konservasi penyu Alun Utara.

Selain pelepasan tukik, kegiatan juga dimeriahkan pertunjukan musik Dol oleh mahasiswa UKM Universitas Bengkulu serta juga pemaparan singkat tentang penyu dari perwakilan Prodi Kelautan UNIB.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....