Pelindo Regional 2 Bengkulu Gandeng Tiga Media Plat Merah Bangun Kolaborasi
- 17 Sep 2026 20:36 WIB
- Bengkulu
RRI, TVRI dan ANTARA
RRI.CO.ID, Bengkulu – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 2 Bengkulu bersama Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI), Televisi Republik Indonesia (TVRI) dan Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA Biro Bengkulu menandatangani nota kesepahaman sebagai langkah memperkuat kolaborasi penyampaian informasi mengenai pengembangan dan aktivitas Pelabuhan Pulau Baai.
Penandatanganan itu dilaksanakan di ruang Bahari PT Pelindo Regional 2 Bengkulu oleh General Manager PT Pelindo Regional 2 Bengkulu Dr. Dimas Rizky Kusmayadi dengan Kepala LPP RRI Bengkulu Ir Rozani, Kepala LPP TVRI Bengkulu Fonda Rafael dan Kepala Biro LKBN ANTARA Perwakilan Bengkulu Anom, pada Kamis, 17 September 2026
General Manager Pelindo Regional 2 Bengkulu Dr. Dimas Rizky Kusmayadi mengatakan, kerja sama tersebut menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya pihaknya membangun kolaborasi secara bersama dengan tiga lembaga media milik negara.
Menurutnya, kolaborasi ini diharapkan mampu menyampaikan informasi kepada masyarakat bahwa Pelabuhan Pulau Baai bukan hanya milik Pelindo, tetapi memiliki peran strategis bagi perekonomian daerah dan nasional.
“Pelabuhan Pulau Baai ini bukan punya Pelindo, tetapi milik kita semua,” ujarnya.

Dimas menyampaikan, Pelindo memiliki cita-cita menjadikan Pelabuhan Pulau Baai sebagai salah satu urat nadi perekonomian nasional, termasuk sebagai pintu masuk dan keluar komoditas seperti CPO dan batu bara.
Karena itu, insan pers dinilai memiliki peran penting dalam menyampaikan berbagai perkembangan pelabuhan kepada masyarakat secara luas. RRI dengan kekuatan radio, TVRI melalui audio visual, dan ANTARA dengan kekuatan jurnalistik berbasis teks diharapkan dapat saling melengkapi.
"Kolaborasi tersebut juga diharapkan tidak berhenti pada seremoni penandatanganan. Pelindo berharap kerja sama dapat terus dilanjutkan oleh para pimpinan berikutnya sehingga memberikan manfaat berkelanjutan," katanya.
Ia juga menyampaikan tantangan pengembangan alur Pelabuhan Pulau Baai yang tidak sederhana. Kondisi gelombang dan arus di kawasan tersebut membuat proses pengerukan membutuhkan perhatian khusus serta penerapan prosedur keselamatan yang ketat.
"Aspek keselamatan tetap menjadi prioritas dalam operasional pelabuhan, termasuk ketika kondisi cuaca berdasarkan informasi BMKG dinilai tidak memungkinkan kapal berlayar," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala LPP RRI Bengkulu, Ir Rozani, menyampaikan apresiasi terhadap kerja sama tersebut. Apalagi, sinergi RRI, TVRI dan ANTARA bersama Pelindo dapat memperkuat penyampaian informasi mengenai layanan, kegiatan, persyaratan serta aspek keamanan di kawasan pelabuhan.
Senada Kepala LPP TVRI Bengkulu, Fonda Rafael, menyebut kolaborasi empat lembaga tersebut sebagai sebuah pilot project yang diharapkan melahirkan pola kerja sama baru.
"Diharapkan nota kesepahaman tersebut dapat menjadi warisan kelembagaan yang terus dikembangkan oleh para pemimpin berikutnya," ungkapnya.

Disamping itu Kepala Biro ANTARA Bengkulu, Anom, menyebut RRI, TVRI dan ANTARA sebagai “trisula informasi” lembaga media plat merah dengan karakteristik masing-masing. RRI memiliki kekuatan pada suara, TVRI pada audio visual, sedangkan ANTARA memiliki kekuatan pada teks.
Terlebih, kolaborasi ini bukan sesuatu yang sepenuhnya baru karena ketiga lembaga sebelumnya telah bekerja sama dalam sejumlah kegiatan. Ke depan, sinergi bersama Pelindo diharapkan dapat memperluas penyampaian informasi mengenai berbagai aktivitas dan kontribusi Pelindo kepada masyarakat.
“Media pada dasarnya adalah voicing the voiceless, menyuarakan yang sebenarnya kurang mendapatkan suara,” tuturnya.
Lebih lanjut kerja sama ini diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama memperkuat komunikasi publik sekaligus memberikan informasi yang faktual mengenai perkembangan Pelabuhan Pulau Baai kepada masyarakat Bengkulu dan Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....