Bengkulu Siapkan Benih dan Pupuk untuk Optimalisasi Lahan

  • 28 Sep 2026 19:58 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Pemerintah Provinsi Bengkulu terus mempercepat dukungan sarana produksi pertanian melalui bantuan benih dan pupuk untuk program Optimalisasi Lahan (Oplah) serta Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS). Dukungan tersebut diberikan untuk memastikan lahan yang telah disiapkan dapat segera ditanami dan mendukung peningkatan produksi padi di daerah.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas TPHP Provinsi Bengkulu, Rosmala Dewi mengatakan, bantuan benih Oplah juga diarahkan untuk mendukung penambahan luas tanam pada lahan kering. Dari alokasi Oplah seluas 7.432 hektare, sekitar 4.452 hektare telah masuk dalam tahapan pelaksanaan, sementara lahan yang sudah ditanami baru mencapai 1.074 hektare.

Dengan capaian tersebut, masih terdapat sekitar 3.377 hektare lahan Oplah yang membutuhkan dukungan benih untuk melanjutkan proses penanaman. Pemenuhan kebutuhan benih tersebut terus dilakukan agar lahan yang telah disiapkan dapat segera dimanfaatkan dan memberikan tambahan produksi pertanian.

Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan dukungan pupuk bagi petani untuk menunjang pertumbuhan tanaman hingga masa panen. Hingga Juli 2026, alokasi pupuk di Provinsi Bengkulu mencapai sekitar 75 ribu ton yang terdiri atas pupuk urea, NPK, NPK khusus, Poska, dan pupuk organik.

Rosmala mengatakan, setelah adanya kegiatan PM-AAS, Bengkulu kembali memperoleh tambahan alokasi pupuk sekitar 6.800 ton. Dari jumlah tersebut, sekitar 2.000 ton merupakan tambahan untuk kebutuhan reguler, sedangkan sekitar 4.800 ton disiapkan untuk mendukung pelaksanaan PM-AAS.

Dukungan pupuk untuk PM-AAS akan disesuaikan dengan perkembangan kesiapan lahan dan penyaluran bantuan benih kepada petani. Dari target PM-AAS sekitar 8.200 hektare, lahan yang telah siap tanam dan memperoleh bantuan benih saat ini baru sekitar 4.500 hektare sehingga pengajuan pupuk dilakukan secara bertahap mengikuti perkembangan penanaman.

Rosmala menambahkan, setelah proses penyaluran benih dan dokumen pendukung selesai, kebutuhan pupuk untuk lahan yang siap tanam akan kembali diajukan. Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga ketersediaan sarana produksi bagi petani sehingga pelaksanaan Oplah dan PM-AAS berjalan optimal serta mampu mendorong peningkatan produksi padi di Bengkulu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....