Edi Hariyanto Apresiasi Perbaikan Jalan, Minta Dituntaskan hingga Dermaga

  • 20 Sep 2026 21:25 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu – Anggota Komisi II DPRD Kota Bengkulu dari Partai Perindo, Edi Hariyanto, S.P., M.M., mengapresiasi langkah PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Bengkulu yang mulai melakukan perbaikan jalan di kawasan Pelabuhan Pulau Baai.

Dimana perbaikan tersebut merupakan langkah positif yang sudah lama dinantikan para pengguna jasa pelabuhan. Apalagi kondisi jalan di kawasan pelabuhan selama ini banyak dikeluhkan karena menjadi jalur utama kendaraan logistik, termasuk truk angkutan batu bara serta kendaraan yang menuju Dermaga Samudra.

“Kami mengapresiasi langkah Pelindo memperbaiki jalan di kawasan Pelabuhan Pulau Baai. Jalan ini merupakan urat nadi pergerakan logistik. Selama ini pengguna jasa banyak mengeluhkan kondisinya, terutama karena setiap hari dilalui kendaraan-kendaraan berat, termasuk truk batu bara dan kendaraan menuju Dermaga Samudra,” ujar Edi Hariyanto pada Minggu, 20 September 2026.

Namun demikian, Edi berharap perbaikan jalan tersebut tidak berhenti pada pekerjaan secara bertahap di beberapa titik saja. Bahkan meminta Pelindo memiliki target yang jelas agar jalan tersebut dapat dituntaskan sampai ke ujung Dermaga Samudra.

“Kalau memang jalan ini menjadi jalur utama logistik, jangan hanya diperbaiki secara parsial atau bertahap. Kami berharap Pelindo menuntaskannya sampai ke Dermaga Samudra. Dengan begitu, arus trucking bisa berjalan lebih lancar, waktu tempuh lebih efisien dan biaya logistik juga dapat ditekan,” tegasnya.

Edi menilai kondisi infrastruktur jalan merupakan bagian penting dari keberhasilan revitalisasi Pelabuhan Pulau Baai. Terlebih, Pelindo sebelumnya menyampaikan bahwa program revitalisasi Pelabuhan Pulau Baai memiliki nilai investasi yang sangat besar, sekitar Rp1 triliun.

“Kalau investasi revitalisasi pelabuhan mencapai sekitar Rp1 triliun, maka kita berharap pembangunan tidak hanya memperhatikan fasilitas utama pelabuhan, tetapi juga infrastruktur pendukungnya. Jalan menuju dermaga harus benar-benar mendukung seluruh aktivitas logistik,” katanya.

Sebagai anggota Komisi II DPRD Kota Bengkulu, Edi juga melihat Pelabuhan Pulau Baai bukan sekadar tempat bongkar muat barang, tetapi merupakan salah satu kunci pengembangan ekonomi Kota Bengkulu ke depan.

Menurutnya, apabila Pulau Baai dipersiapkan secara serius sebagai kawasan industri dan pusat logistik, maka seluruh infrastrukturnya harus dibangun secara terintegrasi, mulai dari alur pelayaran, dermaga, jalan kawasan pelabuhan, hingga konektivitas transportasi darat.

“Pulau Baai harus kita pikirkan untuk jangka panjang. Kalau kawasan ini benar-benar diarahkan menjadi kawasan industri, maka infrastrukturnya harus siap dari sekarang. Jangan sampai industrinya datang, tetapi jalan dan fasilitas logistiknya belum siap,” jelas Edi.

Lebih lanjut politisi Perindo ini mengharapkan perbaikan jalan yang saat ini dilakukan Pelindo menjadi awal dari pembenahan infrastruktur yang lebih menyeluruh di kawasan Pelabuhan Pulau Baai.

Edi juga mendorong adanya koordinasi yang lebih kuat antara Pelindo, KSOP, Pemerintah Provinsi Bengkulu, Pemerintah Kota Bengkulu dan para pengguna jasa pelabuhan agar persoalan infrastruktur dan kelancaran arus logistik dapat diselesaikan secara bersama-sama.

“Kami dari DPRD Kota Bengkulu tentu mendukung pembenahan Pelabuhan Pulau Baai. Tetapi dukungan itu harus diikuti dengan pengawasan agar pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi kelancaran logistik dan pertumbuhan ekonomi Bengkulu. Jalan menuju Dermaga Samudra harus menjadi bagian penting dari pembenahan tersebut, bukan sekadar pekerjaan tambal sulam,” tutur Edi Hariyanto.

Sebelumnya, General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Bengkulu, Dimas Rizky Kusmayadi, menyampaikan, perbaikan menyasar sejumlah titik yang selama ini menjadi kendala bagi kelancaran arus kendaraan logistik, sekaligus menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga standar keamanan dan kenyamanan di area operasional pelabuhan.

"Pekerjaan dilakukan dengan skema bertahap agar tidak mengganggu aktivitas bongkar muat maupun pelayanan kapal yang berlangsung setiap hari. Tim teknis lebih dulu memetakan titik-titik jalan yang rawan kerusakan, kemudian menuntaskan perbaikan sesuai standar konstruksi pelabuhan sebelum beralih ke tahap penyelesaian akhir," ungkapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....