Hutan Harus Jaga Demi Keberlangsungan Hidup Gajah
- 21 Sep 2026 15:40 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID,Bengkulu - Gajah merupakan salah satu hewan darat terbesar di dunia dan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Namun, keberadaan gajah di berbagai wilayah semakin terancam karena jumlah populasinya terus mengalami penurunan.
Seperti di Bentang Alam Seblat yang menjadi salah satu habitat Gajah Sumatera di Bengkulu Utara. Berdasarkan hasil pemantauan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Bengkulu, populasi gajah yang ada di Bentang Alam Seblat saat ini hanya berkisar 25 hingga 30 ekor saja
Jumlah ini menjadi perhatian serius, mengingat Gajah Sumatera membutuhkan wilayah jelajah yang luas untuk keberlangsunagn hidupnya. Mulai dari mencari makan, kebutuhan air, berkembang biak dan mempertahankan populasinya.
Kepala BKSDA Provinsi Bengkulu, Agung Nugroho mengatakan, hilangnya habitat menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi populasi gajah di Bentang Alam Seblat. Penebangan hutan hingga peralihan fungsi kawasan menjadi perkebunan, membuat ruang hidup gajah semakin terbatas.
"Untuk populasi gajah di Bentang Alam Seblat saat ini terus berkurang ya. Hal ini dikarenakan perubahan hutan menjadi perkebunan, lahan pertanian hingga permukiman," ujar Kepala BKSDA Provinsi Bengkulu Kepada RRI Senin 21 Septe.ber 2026.
Gajah memiliki pola wilayah jelajah seperti lingkaran yang aka terus menerus diulangi secara turun-temurun. Ruang hidup gajah yang semakin terbatas akibat berubahnya lahan hutan menjadi perkebunan atau permukiman juga menjadi salah satu penyebab gajah sering muncul wilayah yang dihuni manusia.
Hal ini dikarenaka gajah selalu melalui jalur yang sama selama puluhan tahun dan tidak pernah mengubah jalurnya. Hal ini juga yang kerap menimbulkan konflik antara manusia dan gajah.
Sementara itu Nini salah seorang warga Kecamatan Kota Arga Makmur yang juga kerap Berkunjung ke kawasan Pusat Pelatihan Gajah Seblat sangat miris dengan kondisi Populasi Gajah Sumatera saat ini. Menurutnya jika kondisi seperti ini terus berlangsung, dikhawatirkan populasi gajah di Bentang Alam Seblat akan semakin teramcam.
Maka dari itu Nini sangat berharap upaya menjaga kawasan hutan dan mempertahankan habitat gajah tidak hanya menajdi tugas BKSDA dan Pemerintah saja, tetapi juga menjadi tugas semua pihak. Khususnya masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah jelajah gajah.
Kesadaran masyarakat untuk menjaga habitat gajah dengan melindungi hutan dan mencegah penebangan liar dinilai menjadi langkah yang sangat penting. Sehingga kedepanny populasi Gajah Sumatera yang tersisa di Bentang Alam Seblat tidak terus menurun.
"Gajah yang tidak punya salah, justru seharunya kita sebagai manusia yang harus sadar bahwa hutan itu rumah mereka. Saya sangat berharap tidak ada lagi gajah yang mati akibat konflik dengan manusia," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....