126 Kecamatan di Bengkulu Terdeteksi Titik Api, Pemprov Perkuat Mitigasi Karhutla

  • 01 Sep 2026 21:54 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Pemerintah Provinsi Bengkulu menggelar rapat koordinasi pencegahan, mitigasi, dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan atau karhutla yang melibatkan berbagai pihak. Rapat tersebut diikuti unsur Forkopimda, pemerintah kabupaten dan kota, serta Kementerian Kehutanan yang mengikuti secara daring.

Dalam rapat disampaikan, dari 128 kecamatan di Provinsi Bengkulu, sebanyak 126 kecamatan terdeteksi memiliki titik panas atau hotspot. Sebanyak 14 kecamatan di antaranya masuk kategori dengan risiko atau jumlah titik panas tertinggi, sementara sepanjang Agustus 2026 tercatat 295 titik panas di wilayah Bengkulu.

Wakil Gubernur Bengkulu Mian mengatakan jumlah titik panas tersebut tidak boleh dianggap sepele karena dapat menjadi indikator meningkatnya potensi karhutla. Kondisi ini dinilai perlu menjadi perhatian seluruh pihak mengingat kebakaran hutan dan lahan dapat menimbulkan dampak luas terhadap lingkungan maupun masyarakat.

Sebagai langkah antisipasi, Pemprov Bengkulu akan menurunkan tim melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan atau DLHK untuk melakukan pemantauan dan pengecekan langsung ke sejumlah lahan yang dinilai rawan terbakar. Pemerintah juga menekankan pentingnya pencegahan, salah satunya dengan melarang masyarakat membuka lahan menggunakan metode pembakaran.

Selain pemerintah, masyarakat juga didorong berperan aktif dalam mencegah terjadinya karhutla. Masyarakat diimbau tidak membuang puntung rokok sembarangan serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api maupun aktivitas pembakaran lahan.

Rapat koordinasi tersebut juga membahas pentingnya kesiapan dalam merespons kebakaran apabila terjadi di lapangan. Kesiapan sumber air, peralatan pemadaman, personel, serta keselamatan petugas menjadi bagian yang perlu diperhatikan untuk memastikan penanganan dapat dilakukan secara cepat dan efektif.

Dengan memperkuat upaya pencegahan, pemantauan, dan respons cepat, Pemprov Bengkulu berharap potensi karhutla dapat ditekan selama periode musim kemarau. Sinergi antara pemerintah, aparat, pengelola lahan, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menjaga wilayah Bengkulu dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....