Air Irigasi Terbatas, Petani Memilih Menanam Tanaman Alternatif
- 21 Sep 2026 15:41 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID,Bengkulu Utara - Kecamatan Arma Jaya merupakan salah satu wilayah sentra produksi padi di Bengkulu Utara. Namun, pada musim tanam terdapat beberapa titik lahan persawahan yamg memiliki tantangan.
Hal ini dikarenakan masih terdapat lahan yang belum dikelola karena petani menunggu air irigasi mengalir ke petak sawah mereka. Ketersediaan air irigasi menjadi salah satu penentu bagi petani untuk memulai penanaman padi.
Salah seorang petani, Sasmito mengatakan volume air yang tersedia saat ini belum memungkinkan seluruh lahan diairi secara bersamaan. Petani pun harus menyesuaikan waktu tanam dengan giliran air yang didapat.
Ditambah kondisi cuaca yang masih kering, debit air irigasi menjadi semakin terbatas. Keterbatasan air membuat sebagian petani memilih tidak memaksakan penanaman padi.
Sejumlah lahan kini dimanfaatkan untuk menanam komoditas lain, seperti jagung, kates, dan berbagai jenis sayuran. Langkah ini dipilih petani karena komoditas tersebut dinilai tidak terlalu bergantung pada ketersediaan air dibandingkan tanaman padi.
Selain itu menanam komoditas alternatif juga menjadi pilihan untuk tetap mendapatkan penghasilan dari lahan pertanian. Ketimbang lahan sawah dibiarkan kosong
"Kami tetap tidak bisa melakukan penanaman bersama karena penggunaan air harus dilakukan secara bergantian. Kalau saya sekarang lagi tidak tanam padi, karena air debit air lagi sulit," ujar petani kepada RRI Minggu 20 September 2026.
Petani mengaku, jika kondisi cuaca kembali normal dan debit air irigasi mencukupi, mereka akan kembali menanam padi. Kondisi ini menunjukkan/ ketersediaan air masih menjadi kunci bagi petani padi Kecamatan Arma Jaya.
"Saya berharap kondisi cuaca dan ketersediaan air Irigasi segera kembali normal. Dengan begitu lahan persawahan kami dapat kembali dimanfaatkan untuk tanaman padi," ujar Sakiman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....