Musim Kemarau Tekan Hasil Panen Padi di Semarang, Sejumlah Petani Tunda Tanam
- 15 Agt 2026 14:20 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu — Musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah mulai berdampak pada kondisi lahan pertanian dan hasil panen padi petani di Semarang. Keterbatasan pasokan air membuat kebutuhan pengairan sawah tidak dapat terpenuhi secara maksimal sehingga sebagian petani memilih menunda penanaman.
Salah seorang petani, Siswandi, mengatakan kondisi sawah saat ini sangat membutuhkan pasokan air karena saluran irigasi juga mulai mengalami kekeringan. Ketersediaan air yang terbatas membuat kebutuhan tanaman padi belum dapat terpenuhi dengan baik.
Menurut Siswandi, biaya yang harus dikeluarkan petani bergantung pada luas lahan yang digarap. Pengeluaran tersebut antara lain untuk upah menanam padi, pembelian pupuk, hingga biaya penggunaan mesin traktor.
Ia mengatakan hasil panen pada musim kemarau dipastikan mengalami penurunan dibandingkan kondisi normal. Musim kemarau tahun ini dinilai lebih terasa dibandingkan tahun sebelumnya sehingga sebagian petani memilih tidak segera turun ke sawah.
“Musim kemarau tahun ini terasa lebih berat dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga sebagian petani memilih menunda turun ke sawah,” ujar Siswandi, 14 Agustus 2026. Kondisi tersebut dilakukan petani untuk menghindari risiko gagal tanam akibat keterbatasan air.
Siswandi menyebutkan hasil panen normal yang biasanya mencapai sekitar 40 hingga 50 karung kini hanya menghasilkan belasan karung. Penurunan tersebut terjadi akibat tanaman padi tidak mendapatkan pasokan air yang cukup selama musim kemarau.
Ia berharap pemerintah dapat memberikan bantuan untuk mengatasi persoalan kekeringan yang dihadapi petani. Menurutnya, ketersediaan sarana pengairan sangat dibutuhkan agar petani tetap dapat menanam dan memperoleh hasil panen yang optimal.
Sementara itu, Ketua Tim Kerja Pengelolaan Kerja Sama, Layanan, dan Kesesuaian BRMP Bengkulu, Herlena Bidi Astuti, mengatakan salah satu upaya mengatasi kekurangan air saat musim kemarau, adalah penyaluran bantuan pompa dari Kementerian Pertanian telah disalurkan kepada kelompok tani di Kabupaten Kaur. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air untuk lahan pertanian saat terjadi kekeringan.
Herlena menjelaskan, selain pompa, pemerintah juga memberikan bantuan perpipaan untuk menyalurkan air ke lahan pertanian yang lokasinya cukup jauh. Perbaikan jaringan irigasi juga dilakukan sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan pengairan lahan pertanian.
Menurut Herlena, upaya optimalisasi lahan atau OPLA juga dilakukan untuk meningkatkan indeks pertanaman. Dengan dukungan saluran air ke sawah, lahan yang sebelumnya hanya dapat ditanami satu kali diharapkan bisa ditingkatkan menjadi dua hingga tiga kali tanam.
Berbagai upaya tersebut diharapkan dapat membantu petani menghadapi dampak musim kemarau sekaligus menjaga produktivitas pertanian. Pemerintah juga berharap petani tetap mampu meningkatkan produksi dan memperoleh hasil pertanian yang memuaskan sehingga kesejahteraan mereka dapat terus meningkat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....