DLH Bengkulu Dorong Sampah Dikelola dari Sumber
- 21 Sep 2026 09:38 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Dinas Lingkungan Hidup Kota Bengkulu terus mendorong masyarakat agar lebih bijak dalam mengelola sampah, terutama dengan melakukan pemilahan sejak dari rumah. Sampah yang masih memiliki nilai guna diharapkan tidak langsung dibuang ke tempat pembuangan akhir.
Masyarakat dapat memilah sampah sesuai jenisnya untuk kemudian dikelola kembali melalui berbagai kegiatan pengolahan maupun bank sampah yang telah tersedia di kelurahan. Kepala DLH Kota Bengkulu, Anshar Amin, mengatakan pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama mengelola sampah ini mulai dari sumbernya. Jadi sampah yang masih bisa dikelola jangan langsung dibuang,” kata Anshar saat menjadi narasumber dalam dialog Bengkulu Menyapa di Studio RRI Bengkulu, Senin 21 September 2026.
Menurutnya, keberadaan bank sampah di kelurahan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menyalurkan sampah yang masih memiliki nilai ekonomi. Sementara untuk sampah organik, Anshar menyebut saat ini sudah mulai banyak masyarakat yang mengolahnya menjadi maggot, pengolahan tersebut menjadi salah satu bentuk pemanfaatan sampah agar tidak seluruhnya berakhir di tempat pembuangan akhir.
“Untuk sampah organik sekarang juga sudah banyak yang dikelola menjadi maggot. Artinya, sampah yang sebelumnya kita anggap sebagai masalah ternyata masih bisa dimanfaatkan,” katanya.
Ia menyebut volume sampah yang masuk ke TPA Air Sebakul masih cukup besar, setiap harinya, sampah yang dibawa ke lokasi tersebut dapat mencapai sekitar 130 ton. Besarnya volume tersebut menunjukkan perlunya upaya pengurangan sampah sejak dari tingkat rumah tangga, lingkungan, kelurahan hingga ke tempat pemrosesan akhir.
Anshar mengatakan pemilahan sampah dari sumber akan memberikan dampak terhadap jumlah sampah yang akhirnya dibuang ke TPA. Sampah anorganik yang masih bernilai dapat dimanfaatkan kembali, sementara sampah organik dapat diolah menjadi berbagai produk yang bermanfaat.
“Kalau sejak awal sudah dipilah, tentu tidak semuanya masuk ke TPA. Ada yang bisa dimanfaatkan kembali, ada yang bisa dijual melalui bank sampah, dan sampah organik bisa diolah,” tuturnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk melihat sampah tidak hanya sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi sebagai sesuatu yang masih dapat memberikan manfaat apabila dikelola dengan baik. Menurutnya, pengelolaan sampah berbasis masyarakat juga dapat membuka peluang ekonomi, bank sampah dapat menjadi wadah masyarakat mengumpulkan sampah bernilai jual, sedangkan pengolahan sampah organik menjadi maggot dapat dikembangkan sebagai kegiatan produktif.
DLH Kota Bengkulu pun mendorong agar pengelolaan sampah dilakukan secara berkelanjutan dan tidak berhenti pada kegiatan sesaat. Kesadaran memilah sampah di rumah dinilai menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan setiap hari.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, kelurahan, komunitas, bank sampah dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga persoalan sampah di Kota Bengkulu dapat ditangani dari hulu hingga hilir. “Kalau kita bisa berkolaborasi, sampah yang tadinya menjadi masalah mudah-mudahan bisa menjadi berkah,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....