Pemkot Bengkulu Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Dana Kelurahan
- 17 Sep 2026 13:16 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu: Pemerintah Kota Bengkulu terus mendorong masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap pengelolaan sampah melalui berbagai kegiatan produktif di tingkat kelurahan. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui Gerakan Masyarakat Peduli Sampah yang dikembangkan oleh Divisi Usaha Produktif Berbasis Pengolahan Sampah (UPBPS) Manunggal Lestari di Kelurahan Kebun Tebeng, Kecamatan Ratu Agung.
Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menghadiri kegiatan Tebar Benih Lele dan Syukuran Gerakan Masyarakat Peduli Sampah Manunggal Lestari yang berlangsung di UPBPS Manunggal Lestari, Jalan Merapi 15 Nomor 1, RT 17/RW 04, Kelurahan Kebun Tebeng. Wali kota mengapresiasi kesadaran masyarakat Kelurahan Kebun Tebeng yang mulai melihat sampah tidak hanya sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga sebagai sesuatu yang dapat dikelola dan memiliki nilai ekonomi.
“Yang pertama, kesadaran masyarakat semakin tinggi terhadap sampah. Ini di Kelurahan Kebun Tebeng, mereka memanfaatkan dana kelurahan untuk melakukan kegiatan pengelolaan sampah,” ujar Dedy, Kamis 17 September 2026.
Menurutnya, sampah yang dikelola dengan baik dapat diolah menjadi berbagai produk yang bermanfaat, di antaranya maggot dan pupuk. Pengelolaan tersebut sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk memperoleh tambahan pendapatan.
Dedy menilai, jika gerakan serupa dapat dilakukan secara luas oleh masyarakat di setiap kelurahan, persoalan sampah di Kota Bengkulu dapat ditangani secara bersama-sama. “Kalau semua warga punya pemikiran seperti ini, maka sampah tidak akan menjadi masalah, ini berbasis kelurahan dan nanti juga akan meningkatkan ekonomi keluarga,” katanya.
Pemkot Bengkulu berharap pengelolaan sampah berbasis masyarakat dapat terus dikembangkan dan dilakukan secara lebih masif pada 2027. Program di Kelurahan Kebun Tebeng diharapkan menjadi contoh bagi kelurahan lainnya untuk mengembangkan kegiatan pengelolaan sampah yang produktif dan berkelanjutan.
Selain membantu mengurangi persoalan sampah, pengelolaan berbasis kelurahan tersebut diharapkan dapat mendorong keterlibatan masyarakat sekaligus menciptakan kegiatan ekonomi yang memberikan manfaat langsung bagi keluarga. “Di 2027 ini kita harapkan akan masif dilakukan, ini contoh, semoga ini sukses,” tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....