Kasus DBD di Kaur Kembali Bertambah Menajdi 31 Kasus
- 20 Sep 2026 05:53 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID,Bintuhan - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) Pada tahun 2026 di Kabupaten Kaur kebali bertambah. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan setempat pada bulan Juni terdapat 24 kasus DBD, namun di bulan September ini bertambah menjadi 31 kasus.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Kaur Sapuan Ilyas mengatakan dari 31 warga telah terkonfirmasi positif penyakit DBD ini tidak ada yang sampai menyebabkan meninggal dunia. Saat ini masih ada sebagain pasien yang masih menjali perawatan.
"Untuk jumlah kasus DBD kita tahun 2026 ada penambahan dari yang data terkhir kita bulan Juni ya. Kemaren itu terkahir ada 24 kasus DBD ya, nah sekarang ini sudah ada 31 kasus DBD yang terdata oleh kita," ujar Kepala Bidang P2PM kepada RRI Sabtu 19 September 2026.
Sapuan Ilyas menjelaskan untuk kasus DBD di Kaur saat ini tergolong menurun jika dibandingakn dengan 2 tahun terakhir. Pada tahun 2024 total kasus DBD yang terjadi di Kabupaten Kaur mencapai 147 kasus.
Sementara di tahun 2025 hanya ada 70 kasus. Data tersebut berdasarkan laporan yang diterima dari masing-masing puskesmas yang ada di Kabupaten Kaur.
Kendati demikan lasus DBD pada tahun 2026 ini diperkirakan masih bisa bertambah seiring berjalannya proses rekapitulasi data untuk bulan September 2026. Maka dari itu masyatakat diimbau untuk tidak lengah dan selalu wasapada terhadap penyakit DBD.
Langah utama yang paling ampuh dalam mencegah penyebaran DBD yakni dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat atau PHBS. Serta dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk secara mandiri dengan 3M plus.
3M plus yang dimaksud yakni menguras bak mandi setiap 1 minggu sekali, menutup tempat penampungan air, mengubur barang-barang bekas agar tidak terjadi genangan air pada musim hujan. Plusnya yakni menanam tanam pengusir nyamuk, serta menaburkan bubuk abate didalam bak mandi atau kolam.
"Sebenarnya kasus DBD tahun ini agak melandai ya. Tapi kita tidak boleh elngah harus tetap wasapada dengan menerapkan PHBS dan 3M plus," ucapnya.
Sapuan ilyas menampahkan sebagai langkah pencehan awal Dinas Kesehatan melalui puskesmas juga gencar melaksanakn fogging. Namun fogging hanya mampu mematikan nyamuk dewasa saja, sedangkan jentik dan telurnya masih bisa berkembang biak.
"Fogging tepat kita lakukan tapi fogging itu hanya bisa mematikan nyamuk dewasa saja. maka dari itu peran masyarakat untuk melakukan pencegahan secara mandiri dengan penerapan PHBS dan 3M plus sangat penting untuk mencegah berkembang biaknya nyamuk penyebab DBD," ujar Sapuan Ilyas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....