Destita Pastikan Seleksi KIP Kuliah Berjalan Transparan
- 18 Sep 2026 19:04 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu — Anggota DPD RI/MPR RI daerah pemilihan Bengkulu, Apt. Hj. Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M., memastikan proses seleksi calon penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah berlangsung ketat dan transparan. Tahapan wawancara digelar di Sekretariat Rumah Aspirasi Destita, Kelurahan Tanah Patah, Kota Bengkulu, Kamis hingga Sabtu 17-19 September 2026.
Seluruh peserta yang mengikuti tahapan wawancara sebelumnya telah memenuhi persyaratan seleksi administrasi. Para peserta juga tergolong dalam desil 1 hingga desil 4 berdasarkan data sosial ekonomi yang menjadi salah satu acuan dalam penentuan penerima bantuan.
Saat menyapa para calon penerima melalui aplikasi daring, Destita menegaskan seluruh tahapan seleksi dilakukan tanpa pungutan biaya. Ia meminta peserta segera melapor jika menemukan pihak yang mengatasnamakan dirinya dan meminta uang dengan alasan untuk meloloskan peserta dalam seleksi KIP Kuliah.
“Kalau ada yang mengatasnamakan saya kemudian meminta biaya dalam proses seleksi KIP, segera laporkan kepada saya,” tegas Destita.
Destita mengatakan proses wawancara dilakukan untuk memastikan bantuan pendidikan diberikan kepada mahasiswa yang memenuhi kriteria. Tahapan tersebut juga menjadi kesempatan untuk melihat kondisi ekonomi dan latar belakang calon penerima secara lebih langsung.
Ia berharap program KIP Kuliah benar-benar dimanfaatkan mahasiswa yang memiliki keterbatasan ekonomi namun memiliki kemauan kuat untuk menempuh pendidikan tinggi. Kesempatan memperoleh bantuan tersebut diharapkan digunakan dengan sungguh-sungguh hingga mahasiswa dapat menyelesaikan pendidikannya.
Menurut Destita, bantuan pendidikan bukan hanya soal meringankan biaya kuliah, tetapi juga membuka akses pendidikan tinggi bagi anak-anak dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi. Karena itu, proses seleksi harus dilakukan secara objektif agar bantuan diberikan kepada peserta yang memenuhi persyaratan dan benar-benar membutuhkan.
“Harapan saya, adik-adik yang mengikuti seleksi ini bisa mendapatkan kesempatan pendidikan yang layak. Jangan sampai kondisi ekonomi membuat mereka harus berhenti bermimpi untuk melanjutkan kuliah,” ujarnya.
Salah seorang calon penerima KIP Kuliah, Dwike Juwita dari Kabupaten Kaur, mengatakan dirinya mengenal Senator Destita melalui media sosial. Ia berharap dapat lolos seleksi dan memperoleh bantuan KIP Kuliah untuk membantu meringankan beban ekonomi orang tuanya.
“Mudah-mudahan bisa lolos. Jadi bisa membantu ekonomi orang tua juga,” kata mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bengkulu tersebut.
Sebelumnya Destita membuka informasi penerimaan PIP-KIP melalui media sosial. Setelah proses ini, hasil seleksi juga akan diumumkan melalui media sosial sebagai bentuk transparansi.
KIP Kuliah merupakan program bantuan biaya pendidikan pemerintah bagi lulusan SMA atau sederajat yang memiliki potensi akademik baik tetapi menghadapi keterbatasan ekonomi. Bantuan melalui aspirasi DPD RI tersebut diharapkan memperluas akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa yang memenuhi ketentuan program.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....