Kapolresta Bengkulu Dorong Sinergi Lintas Sektor Hadapi Risiko Bencana
- 16 Sep 2026 08:26 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Kapolresta Bengkulu, Kombes Pol. Rahmad Hidayat, S.S., M.H., menegaskan pentingnya memperkuat sinergi lintas sektor dalam menghadapi berbagai ancaman bencana di wilayah Kota Bengkulu. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bertajuk “Sinergi Lintas Sektor dalam Upaya Penguatan Mitigasi Risiko Dampak Bencana di Wilayah Kota Bengkulu” di Grage Hotel Bengkulu.
Rahmad mengatakan, koordinasi antara kepolisian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemadam kebakaran, pemerintah daerah serta instansi terkait lainnya selama ini telah berjalan dengan baik, terutama dalam merespons berbagai kejadian bencana di lapangan. Menurutnya, pengalaman penanganan bencana yang telah dilakukan bersama menjadi modal penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana berikutnya.
“Sesuai dengan yang menjadi tema kita hari ini adalah koordinasi lintas sektor. Kami juga cukup bangga dengan koordinasi yang sudah kita laksanakan. Ini kan pengalaman yang sudah kita kerjakan selama ini bersama BPBD, pemadam kebakaran dan semua instansi lainnya,” ujar Rahmad, Senin 14 September 2026.
Ia menilai upaya penanggulangan bencana tidak boleh hanya berfokus pada penanganan setelah kejadian. Langkah pencegahan harus menjadi perhatian utama seluruh pihak, termasuk dengan meningkatkan edukasi kepada masyarakat.
Salah satu ancaman yang menjadi perhatian adalah kebakaran lahan dan permukiman. Rahmad menyebut sebagian kejadian kebakaran masih dipicu oleh kelalaian manusia, salah satunya kebiasaan membakar sampah secara sembarangan.
“Bukan hanya memadamkan kebakaran, tapi inti kita adalah mencegah terjadinya kebakaran, setiap hari terjadi kebakaran lahan, baik di rumah pribadi, lahan terbuka, tempat umum maupun perkantoran. Mari kita ingatkan kembali masyarakat kita melalui para camat dan lurah untuk terus menyosialisasikan kewaspadaan ini,” katanya.
Selain kebakaran, Rahmad juga mengingatkan masyarakat mengenai potensi gempa bumi yang dapat terjadi di wilayah Bengkulu. Kondisi geografis Bengkulu yang berada di kawasan pertemuan lempeng tektonik aktif membuat kesiapsiagaan terhadap gempa perlu menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Ia mendorong agar edukasi kebencanaan tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi juga diperkuat melalui latihan dan simulasi secara berkala di lingkungan masyarakat maupun lembaga pendidikan. Menurutnya, masyarakat perlu memahami langkah yang harus dilakukan ketika terjadi bencana, termasuk menyiapkan perlengkapan darurat di tingkat rumah tangga.
Ia juga mendorong masyarakat menyiapkan tas bencana yang berisi kebutuhan dasar dan dokumen penting sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat. “Persiapan diri seperti menyiapkan tas bencana yang berisi senter, makanan, obat-obatan dan dokumen penting harus terus disosialisasikan,” tuturnya.
Di sisi lain, Rahmad menekankan pentingnya dukungan sarana dan prasarana penanggulangan bencana yang memadai. Ketersediaan peralatan serta kesiapan anggaran dinilai menjadi faktor penting untuk mendukung petugas ketika melakukan penanganan di lapangan.
Penguatan mitigasi, menurutnya, harus dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan pemerintah, aparat, dunia pendidikan hingga masyarakat di tingkat paling bawah. Dengan kesiapsiagaan yang dibangun sejak dini, risiko dan dampak bencana di Kota Bengkulu diharapkan dapat ditekan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....