Penyaluran Berjalan Normal, Pertamina Patra Niaga Pastikan BBM di Bengkulu Tersed
- 17 Sep 2026 09:50 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) memastikan ketersediaan BBM di Kota Bengkulu dan wilayah Provinsi Bengkulu secara umum tersedia dan mencukupi. Penyaluran BBM subsidi maupun nonsubsidi kepada masyarakat tetap berjalan dan terus dipantau secara berkala.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, mengatakan Pertamina terus menjaga kecukupan pasokan melalui pemantauan stok di SPBU serta kesiapan operasional FT Pulau Baai.
“Stok BBM di FT Pulau Baai maupun SPBU tersedia dan mencukupi. Penyaluran Pertalite berjalan lancar. Sementara antrean Biosolar yang masih terjadi di beberapa SPBU antara lain dipengaruhi peningkatan konsumsi, termasuk adanya kecenderungan peralihan sebagian konsumen dari BBM diesel nonsubsidi ke Biosolar seiring disparitas harga,” ujar Rusminto dalam rilisnya pada Kamis, 17 September 2026.
Untuk memperkuat ketahanan stok, ia menjelaskan, tambahan pasokan Biosolar sebanyak 3.000 KL melalui SPOB Dato Siri Loe saat ini sedang dalam proses bongkar. Selanjutnya, SPOB Srikandi 512 membawa pasokan Pertalite sebanyak 2.200 KL dan Pertamax 1.300 KL, dengan estimasi tiba pada 16 September 2026 pukul 04.00 waktu setempat.
Berdasarkan pemantauan di lapangan, penyaluran Pertalite di SPBU Kota Bengkulu berlangsung normal dan antrean masih berada di dalam area SPBU. Sementara pada beberapa SPBU yang melayani Biosolar masih terdapat antrean kendaraan seiring tingginya tingkat konsumsi.
“Kami memahami antrean dapat memengaruhi kenyamanan masyarakat maupun kelancaran lalu lintas. Karena itu, Pertamina terus melakukan optimalisasi pasokan dan pengaturan pelayanan di SPBU agar penyaluran berjalan tertib serta kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” jelas Rusminto.
Sebagai langkah mitigasi, ia mengemukakan, Pertamina melakukan optimalisasi dan penambahan pasokan Pertalite maupun Biosolar pada SPBU sesuai kebutuhan dan kondisi penyaluran. Bahkan pengelola SPBU juga melakukan pengaturan antrean melalui petugas marshall untuk menjaga ketertiban pelayanan.
“Khusus pada sejumlah SPBU di kawasan dengan kepadatan lalu lintas tinggi, pengaturan pelayanan Biosolar dilakukan dengan tetap mengacu pada ketentuan penyaluran BBM subsidi serta mempertimbangkan kondisi lalu lintas di sekitar SPBU. Langkah ini dilakukan untuk mencegah antrean meluas ke badan jalan dan mengganggu aktivitas masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut Pertamina juga terus memperkuat pengawasan penyaluran BBM subsidi melalui monitoring dan inspeksi bersama pemerintah daerah, aparat penegak hukum (APH), serta pemangku kepentingan terkait. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan BBM subsidi disalurkan sesuai ketentuan dan tepat sasaran serta meminimalkan potensi penyalahgunaan.
“Pertamina mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Pertamina bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait terus berkoordinasi menjaga ketersediaan serta kelancaran distribusi BBM di Bengkulu. Apabila masyarakat menemukan kendala pelayanan maupun indikasi penyalahgunaan BBM, laporan dapat disampaikan melalui Pertamina Contact Center 135,” tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....