Dari Bara Puing Menjadi Cahaya, Pertamina Menjaga Nyala Asa di SMPN 19

  • 26 Agt 2026 21:40 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu – Api boleh melalap ruang-ruang belajar di SMP Negeri 19 Kota Bengkulu. Namun, ia tidak berhasil membakar semangat anak-anak untuk kembali membuka buku dan mengejar cita-cita.

Di tengah proses pemulihan pascakebakaran, sebanyak 192 siswa SMPN 19 Kota Bengkulu sempat harus belajar dalam dua shift, pagi dan siang. Keterbatasan ruang kelas membuat kegiatan belajar mengajar belum dapat berlangsung seperti biasanya.

Rabu 26 Agustus 2026, harapan itu perlahan menemukan ruangnya.

Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Fuel Terminal Pulau Baai menyerahkan dukungan ruang kelas darurat bagi SMPN 19 Kota Bengkulu di Kelurahan Padang Serai, Kecamatan Kampung Melayu.

Empat unit tenda kini menjadi ruang belajar sementara. Di dalamnya tersedia 160 meja dan kursi, enam papan tulis, serta enam kipas blower untuk membuat suasana belajar lebih nyaman.

Bagi sekolah, bantuan itu bukan sekadar tenda, meja, kursi, atau papan tulis. Lebih dari itu, dukungan tersebut menjadi jembatan agar proses pendidikan tetap berjalan ketika sekolah masih berjuang memulihkan fasilitasnya.

Foto : Manager CID Planning, Monev, and Reporting Pertamina Patra Niaga, Edward Manaor Siahaan saat memberikan sambutannya.

Manager CID Planning, Monev, and Reporting Pertamina Patra Niaga, Edward Manaor Siahaan, mengatakan pendidikan merupakan fondasi penting bagi masa depan anak-anak.

“Melalui program TJSL, kami memandang pendidikan sebagai fondasi penting bagi masa depan anak-anak. Karena itu, kami bersemangat mengambil bagian dalam proses pemulihan ini,” ujarnya.

Menurut Edward, dukungan tersebut diharapkan dapat membuat kegiatan belajar siswa berlangsung lebih nyaman dan efektif.

Ada pesan lain yang turut dibawa Pertamina hari itu. Bukan hanya membantu menghadirkan ruang belajar, tetapi juga membekali siswa dengan pengetahuan tentang energi dan keselamatan.

Tim Health, Safety, Security & Environment (HSSE) memberikan edukasi mengenai kewaspadaan terhadap api serta cara memadamkan api secara aman melalui praktik sederhana. Suasana belajar pun berubah menjadi interaktif ketika para siswa mengikuti kuis ringan berhadiah.

Bagi anak-anak yang sempat kehilangan ruang belajar akibat kebakaran, kehadiran orang-orang yang datang membawa kepedulian tentu memiliki arti tersendiri.

Foto : Manager CID Planning, Monev, and Reporting Pertamina Patra Niaga, Edward Manaor Siahaan bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu, Ilham Putra dan dewan guru mengecek pasca kebakaran sekolah.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu, Ilham Putra, menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut. Ia menilai bantuan Pertamina sangat berarti agar proses pembelajaran tetap berjalan selama masa pemulihan.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pertamina Patra Niaga atas bantuan dan perhatian yang diberikan. Dukungan ini sangat berarti bagi sekolah dan para siswa,” katanya.

Senada Kepala SMPN 19 Kota Bengkulu, Lia Anggraini, juga merasakan hal serupa.

Menurutnya, dukungan tersebut membantu sekolah menyediakan tempat belajar sementara sekaligus menjaga semangat anak-anak agar tidak larut dalam situasi sulit yang mereka hadapi.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan bantuan Pertamina Patra Niaga. Dukungan ini sangat bermanfaat bagi sekolah dan anak-anak,” tutur Lia.

Ia berharap para siswa tetap belajar dengan nyaman, terus berprestasi, dan tidak kehilangan semangat meski sekolah masih dalam proses pemulihan.

Di balik tenda-tenda yang berdiri sebagai ruang kelas darurat, sesungguhnya ada cerita tentang harapan yang sedang dirawat.

Ada anak-anak yang kembali duduk di bangku sekolah. Ada guru yang kembali mengajar. Ada papan tulis yang kembali dipenuhi tulisan. Dan ada cita-cita yang kembali memiliki tempat untuk tumbuh.

Dukungan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) itu sekaligus menunjukkan bahwa pemulihan pendidikan membutuhkan kepedulian bersama.

Pertamina tidak hanya menghadirkan sarana belajar sementara, tetapi juga menanamkan kesadaran tentang energi dan keselamatan kepada generasi muda.

Langkah tersebut sejalan dengan kontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan Tujuan 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Sebab, ketika sebuah sekolah terbakar, yang harus diselamatkan bukan hanya bangunannya.

Yang jauh lebih penting adalah masa depan anak-anak yang sedang tumbuh di dalamnya. Dan di SMPN 19 Kota Bengkulu, masa depan itu kini kembali menyalakan cahaya—dari ruang kelas sederhana, dari kepedulian, dan dari semangat belajar yang tak ikut padam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....