Lahan Terbakar di Provinsi Bengkulu Capai 125 Hektare
- 15 Sep 2026 15:39 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Bengkulu mencatat luas lahan yang mengalami kebakaran di wilayah Bengkulu hingga September 2026 mencapai 125,15 hektare. Kabupaten Kaur menjadi daerah dengan luas lahan terbakar paling besar, yakni mencapai 44,25 hektare.
Tingginya luas lahan terbakar di Kaur sejalan dengan banyaknya titik panas atau hotspot yang terdeteksi di wilayah tersebut. Dari sekitar 1.350 hotspot yang terdeteksi di Bengkulu, Kaur menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 366 titik.
Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Bengkulu dipengaruhi oleh kondisi kemarau yang berkaitan dengan fenomena El Nino serta aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar. Kondisi cuaca kering tersebut meningkatkan risiko meluasnya kebakaran sehingga upaya pencegahan dan deteksi dini perlu terus diperkuat.
Meski Kaur menjadi daerah dengan luas lahan terbakar terbesar, wilayah dengan tingkat kerawanan karhutla paling luas justru berada di Kabupaten Bengkulu Utara. Berdasarkan pemetaan kerawanan, Bengkulu Utara memiliki wilayah rawan mencapai 449.078 hektare, disusul Mukomuko 415.111 hektare dan Kaur 260.849 hektare.
Asisten II Setda Provinsi Bengkulu, R.A. Denni, mengatakan Bengkulu hingga kini belum mengalami karhutla dalam skala besar seperti sejumlah daerah lain. Namun, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan mengingat tingginya jumlah hotspot dan kondisi cuaca yang masih kering.
Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar serta menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Warga juga diimbau tidak membuang puntung rokok sembarangan dan tidak membakar sampah, terutama di wilayah yang memiliki lahan gambut.
Pemerintah Provinsi Bengkulu terus mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan berperan dalam mencegah karhutla. Langkah pencegahan dan deteksi dini dinilai penting agar titik panas yang muncul tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....