Selama 81 Tahun Mengudara, Akademisi UMB Nilai RRI Relevan di Era Digital

  • 10 Sep 2026 10:05 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu — Memasuki usia ke-81 tahun, Radio Republik Indonesia (RRI) dinilai masih memiliki peran penting sebagai sumber informasi, edukasi, dan hiburan bagi masyarakat di tengah pesatnya perkembangan media digital. Peringatan Hari RRI ke-81 menjadi momentum untuk melihat kembali eksistensi RRI sebagai Lembaga Penyiaran Publik (LPP) yang terus beradaptasi dengan perubahan teknologi dan pola konsumsi informasi masyarakat.

Saat ini, masyarakat semakin mudah memperoleh informasi melalui berbagai platform digital. Kecepatan dan keberagaman informasi yang ditawarkan media digital membuat RRI perlu terus melakukan inovasi agar tetap dekat dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Dekan Fakultas Agama Islam, Dr. Dedy Nofriadi, M.Pd.I., mengatakan RRI memiliki sejarah panjang dalam memenuhi kebutuhan informasi masyarakat Indonesia. Menurutnya, sejak era 1980-an, RRI telah dikenal luas sebagai media audio yang menyajikan beragam program, mulai dari berita, pendidikan, kesehatan, seni tradisional, hingga lagu-lagu daerah.

“RRI masih sangat relevan sebagai pusat informasi bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujar Dedy. Ia menilai keberadaan RRI tetap dibutuhkan karena tidak hanya berfungsi sebagai media penyiaran, tetapi juga memiliki peran dalam menyampaikan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

Dedy berharap RRI dapat terus mengembangkan sarana dan prasarana penyiaran serta memperluas jangkauan melalui platform digital. Langkah tersebut dinilai penting agar RRI mampu mengikuti perkembangan teknologi sekaligus menjangkau generasi yang semakin akrab dengan media digital.

Sementara itu, Kepala Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam UMB, Eti Efrina, mengatakan RRI sebagai Lembaga Penyiaran Publik memiliki tanggung jawab untuk memberikan informasi yang akuntabel, terpercaya, dan dapat diakses oleh masyarakat luas. Menurut Eti, salah satu kekuatan RRI adalah jangkauan siarannya yang luas sehingga dapat menjangkau berbagai lapisan masyarakat, termasuk mereka yang belum sepenuhnya bergantung pada platform digital.

“RRI dinilai sebagai lembaga penyiaran publik yang masih konsisten memberikan informasi. Apalagi terus berinovasi sehingga tetap mengikuti perkembangan zaman” ujar Eti.

Meski demikian, Eti menilai RRI perlu terus menyesuaikan kemasan program dan cara penyampaian informasi dengan perkembangan zaman. Adaptasi tersebut diperlukan agar konten RRI semakin menarik, mudah diterima, dan sesuai dengan karakter masyarakat di era digital. (akbar)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....