Cara Aman Membersihkan Abu Vulkanik
- 08 Sep 2026 15:36 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Abu vulkanik yang menempel di rumah setelah erupsi tidak sebaiknya langsung disapu dalam kondisi kering karena dapat membuat partikel halus kembali beterbangan dan terhirup. Persoalan ini kembali menjadi perhatian setelah erupsi Gunung Anak Krakatau sejak Jumat, 4 September 2026 menyebabkan sebaran abu vulkanik di sejumlah wilayah.
Membersihkan halaman dapat dilakukan dengan membasahi abu terlebih dahulu secukupnya agar tidak mudah beterbangan, kemudian mengumpulkannya secara perlahan. Pedoman BNPB secara khusus menganjurkan abu di halaman dibasahi sebelum dibersihkan, sementara orang yang membersihkan juga perlu memakai sarung tangan, pakaian tertutup, dan perlindungan dari paparan abu.
Namun, membasahi bukan berarti menyiram abu menggunakan air dalam jumlah besar hingga mengalir ke selokan atau saluran pembuangan. Panduan penanganan abu vulkanik mengingatkan penggunaan air perlu dilakukan secara hati-hati karena abu yang terlalu basah menjadi lebih berat dan dapat menambah beban saat dikumpulkan.
Dikutip dari laman Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan pada Selasa, 8 September 2026, pembersihan bagian dalam rumah dianjurkan menggunakan penyedot debu untuk menghilangkan sebanyak mungkin abu yang menempel pada karpet, perabot, dan permukaan lainnya. Pembersihan bagian dalam sebaiknya dilakukan setelah area luar selesai dibersihkan agar abu dari luar tidak kembali masuk ke dalam rumah.
Untuk permukaan lantai, abu sebaiknya diangkat sebanyak mungkin terlebih dahulu sebelum dilakukan pembersihan basah atau pengepelan, sehingga abu tidak sekadar berubah menjadi lumpur dan tersebar ke bagian lain. Selama proses tersebut, hindari aktivitas yang membuat debu kembali beterbangan serta tutup pintu dan jendela ketika paparan abu di luar masih berlangsung.
Bagian atap juga perlu mendapat perhatian karena timbunan abu vulkanik yang tebal dapat menambah beban pada bangunan dan berisiko menyebabkan kerusakan. BNPB menyarankan masyarakat membersihkan abu dari atap, tetapi pengerjaannya harus mempertimbangkan keselamatan dan tidak dilakukan apabila kondisi atap atau situasi sekitar belum aman.
Saat membersihkan rumah, gunakan masker, kacamata pelindung, sarung tangan, pakaian tertutup, dan alas kaki untuk mengurangi kontak langsung dengan abu. Kementerian Kesehatan mengingatkan abu vulkanik dapat mengiritasi saluran pernapasan, mata, dan kulit, sehingga warga dianjurkan mengurangi paparan dan mencari pertolongan medis apabila mengalami sesak napas atau keluhan kesehatan setelah terpapar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....