Keahlian Tukang Sol Sepatu yang Mulai Jarang Ditemui
- 07 Sep 2026 20:26 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu – Di tengah kebiasaan masyarakat membeli sepatu baru ketika alas kaki mulai rusak, profesi tukang sol sepatu masih tetap bertahan. Dengan jarum, benang, lem, serta ketelitian, Oki berusaha memberi kesempatan kedua bagi sepatu-sepatu yang hampir ditinggalkan pemiliknya.
Selama sekitar enam tahun, Oki menekuni pekerjaan tersebut di kawasan Jalan Telaga Dewa, Kota Bengkulu. Setiap hari, tangannya terampil memeriksa satu per satu kerusakan, mulai dari jahitan yang lepas, sol yang menganga, hingga bagian sepatu yang membutuhkan penanganan khusus.
Menurut Oki, setiap kerusakan membutuhkan teknik perbaikan yang berbeda, tergantung pada bahan dan bagian sepatu yang mengalami kerusakan. Salah satu yang paling sulit diperbaiki adalah sepatu safety karena memiliki pelindung besi pada bagian depan.
“Kerusakan yang paling sulit diperbaiki itu sepatu safety di bagian depannya karena ada pelindung besinya,” ujar Oki pada Senin, 7 September 2026.
Material yang tebal dan pelindung besi membuat proses pengerjaan membutuhkan tenaga serta ketelitian lebih. Kondisi tersebut juga membuat jarum yang digunakan untuk menjahit sol berisiko bengkok bahkan dapat melukai tangan.
Keterampilan tersebut diperoleh Oki melalui pengalaman selama menjalani pekerjaan sebagai tukang sol. Ia menangani berbagai jenis alas kaki milik masyarakat yang masih dapat diperbaiki sehingga tidak harus langsung diganti.
Jasa tukang sol juga masih dimanfaatkan masyarakat untuk memperbaiki sepatu yang mengalami kerusakan. Salah satu pelanggan, Nuraini, memilih memperbaiki sepatunya karena kondisi sepatu tersebut masih layak dan nyaman digunakan.
“Sepatu ini masih enak dipakai dan cuma lepas jahitannya, jadi lebih hemat diperbaiki di sini daripada beli baru yang belum tentu nyaman,” ungkap Nuraini.
Di sisi lain, jumlah pelanggan yang datang tidak selalu ramai setiap hari. Oki mengatakan pendapatannya bergantung pada jumlah sepatu yang diperbaiki, dengan penghasilan tertinggi sekitar Rp100.000 per hari saat kondisi ramai.
Keberadaan tukang sol yang masih menawarkan perbaikan secara manual dinilai Nuraini penting di tengah semakin sedikitnya pilihan jasa serupa. Menurutnya, keterampilan tersebut tetap dibutuhkan karena tidak semua kerusakan sepatu harus berakhir dengan membeli yang baru.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....