Peminat Kuliner dan Kecantikan Tinggi, Jurusan Busana di SMKN 3 Bengkulu Masih Sepi
- 08 Jun 2026 15:10 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMA dan SMK di Provinsi Bengkulu masih berlangsung dengan sistem pendaftaran secara online. SMK Negeri 3 Kota Bengkulu mencatat sejumlah kendala pada hari-hari awal pelaksanaan, terutama bagi calon peserta didik dari luar daerah.
Kepala SMK Negeri 3 Kota Bengkulu, Mirsalin, S.E., M.Pd., mengatakan sistem online yang baru diterapkan tahun ini membuat sebagian peserta dan orang tua masih beradaptasi. Kendala paling banyak dialami calon siswa dari kabupaten yang harus melalui beberapa tahapan verifikasi sebelum dapat mendaftar ke sekolah tujuan.
Menurut Mirsalin, calon siswa dari luar daerah harus melakukan pelaporan dan verifikasi akun terlebih dahulu sebelum mengikuti proses seleksi di sekolah. Kondisi tersebut membuat proses pendaftaran terasa lebih panjang dibandingkan sistem sebelumnya yang dilakukan langsung di sekolah.
"Kami menemukan pada hari pertama dan kedua masih banyak masyarakat yang mengalami kesulitan. Namun seiring waktu dan pemahaman masyarakat yang semakin baik, prosesnya mulai berjalan lebih lancar," ujar Mirsalin, Senin 8 Juni 2026.
Ia menjelaskan SMKN 3 Kota Bengkulu menjadi salah satu tujuan siswa dari berbagai kabupaten karena memiliki jurusan yang tidak tersedia di sejumlah daerah. Jurusan Kuliner dan Kecantikan misalnya, banyak diminati siswa dari Seluma, Bengkulu Tengah, hingga Kaur.

Pada tahun ajaran baru ini, SMKN 3 Kota Bengkulu membuka lima kompetensi keahlian yaitu Kecantikan, Kuliner, Busana, Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), serta Broadcasting dan Perfilman. Dari seluruh jurusan tersebut, Busana menjadi program yang masih paling sedikit diminati calon peserta didik.
Mirsalin mengatakan jurusan Kuliner hampir memenuhi kuota lima kelas yang disediakan, sementara Kecantikan juga mendekati kapasitas empat kelas. Sebaliknya, jurusan Busana yang ditargetkan membuka tiga kelas baru memperoleh sekitar 15 pendaftar.
Ia menilai rendahnya minat masyarakat terhadap jurusan Busana disebabkan masih adanya anggapan bahwa program tersebut hanya mempelajari keterampilan menjahit. Padahal peserta didik juga dibekali kemampuan mendesain pakaian, merancang model busana, hingga keterampilan wirausaha di bidang fesyen.
"Busana bukan hanya belajar menjahit. Di sana siswa belajar merancang model, mendesain pakaian, membuat produk busana, hingga membuka peluang usaha sendiri setelah lulus," katanya.
Mirsalin mengajak masyarakat yang berminat melanjutkan pendidikan ke SMK untuk tidak ragu memilih SMKN 3 Kota Bengkulu. Ia memastikan proses SPMB terus berjalan dan berbagai kendala yang muncul secara bertahap mulai teratasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....