Dinkes Pastikan Siswa SDN 59 Kembali Sehat Usai Dugaan Keracunan

  • 07 Sep 2026 08:24 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Dinas Kesehatan Kota Bengkulu memastikan seluruh siswa SDN 59 Kota Bengkulu yang sempat mengalami gangguan kesehatan usai diduga mengonsumsi makanan dalam program Makanan Bergizi Gratis atau MBG, kini telah kembali ke rumah masing-masing dalam kondisi sehat. Para siswa yang sempat mendapatkan perawatan medis saat ini sudah pulih sepenuhnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Nelli Hartati, mengatakan pihaknya langsung melakukan penanganan dan pemantauan setelah menerima laporan adanya sejumlah siswa yang mengalami keluhan kesehatan. Menurut Nelli, dari tujuh siswa yang sempat mendapatkan penanganan medis, saat ini seluruhnya telah membaik dan tidak lagi menjalani perawatan di rumah sakit.

“Pasca kejadian, kami langsung turun ke lapangan untuk memastikan kondisi kesehatan para siswa. Alhamdulillah, saat ini seluruh siswa sudah dalam keadaan baik dan sudah kembali ke rumah masing-masing,” ujar Nelli, Senin 7 September 2026.

Sebelumnya, tujuh siswa kelas 4 SDN 59 Kota Bengkulu dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah diduga menyantap menu MBG pada 4 September 2026. Enam siswa mengalami pusing dan sakit perut, sementara satu siswi mengalami muntah, para siswa tersebut terdiri dari tiga laki-laki dan empat perempuan, seluruhnya berusia sekitar sembilan tahun.

Dugaan gangguan kesehatan bermula ketika pihak sekolah menemukan salah satu menu, yakni sempol ayam, memiliki bau yang tidak sedap. Sekolah kemudian menghentikan pembagian makanan dan meminta siswa tidak mengonsumsi makanan tersebut, namun, sebagian siswa diketahui telah lebih dahulu menyantap menu tersebut.

Sekitar 15 menit setelah mengonsumsi makanan, sejumlah siswa mulai mengeluhkan sakit perut, pusing dan muntah. Pihak sekolah kemudian membawa siswa untuk mendapatkan penanganan medis.

Nelli menegaskan, meski terdapat dugaan keterkaitan antara gangguan kesehatan siswa dengan makanan MBG, Dinas Kesehatan belum dapat memastikan penyebabnya sebelum hasil pemeriksaan laboratorium keluar. Saat ini, sampel makanan telah diambil untuk dilakukan pemeriksaan oleh Balai Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM.

Sampel tersebut berasal dari makanan yang disimpan di SPPG Padang Jati 2 serta sampel ompreng yang ditarik dari sekolah. Pengambilan sampel dilakukan oleh petugas sanitarian Puskesmas Ratu Agung dan kemudian dibawa ke BPOM untuk menjalani pemeriksaan.

“Kami masih menunggu hasil laboratorium dari BPOM untuk memastikan penyebab gangguan kesehatan yang dialami para siswa. Jadi, meskipun ada dugaan berkaitan dengan makanan MBG, kami tidak bisa menyimpulkan atau memastikan penyebabnya sebelum hasil uji laboratorium keluar,” kata Nelli.

Dinas Kesehatan Kota Bengkulu juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mendalami kejadian tersebut. Langkah ini dilakukan sekaligus sebagai upaya memastikan keamanan makanan yang diberikan kepada siswa serta mencegah kejadian serupa kembali terjadi.

Nelli menambahkan, aspek kesehatan dan keamanan makanan menjadi perhatian utama dalam penanganan kejadian tersebut. Hasil pemeriksaan nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan langkah tindak lanjut bersama instansi terkait.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....