Dinkes Kota Bengkulu Perketat Pengawasan Dapur MBG

  • 07 Sep 2026 08:48 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Dinas Kesehatan Kota Bengkulu memastikan pengawasan terhadap dapur penyedia Makanan Bergizi Gratis atau MBG akan diperketat. Langkah ini dilakukan untuk memastikan makanan yang diberikan kepada siswa aman, layak konsumsi, serta memenuhi standar kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Nelli Hartati, mengatakan pengawasan menjadi perhatian utama pihaknya. terlebih setelah tujuh siswa SDN 59 Kota Bengkulu sempat mengalami gangguan kesehatan usai diduga mengonsumsi makanan MBG.

“Pasca kejadian, kami langsung turun ke lapangan untuk memastikan kondisi kesehatan para siswa. Alhamdulillah, saat ini seluruh siswa sudah dalam keadaan baik dan sudah kembali ke rumah masing-masing,” ujar Nelli, Senin 7 September 2026.

Nelli menegaskan, Dinas Kesehatan akan meningkatkan pemantauan terhadap dapur MBG. Termasuk memastikan proses pengolahan makanan dilakukan secara higienis dan makanan yang didistribusikan kepada siswa berada dalam kondisi aman.

Pengawasan tersebut juga akan dilakukan bersama instansi terkait untuk memastikan setiap tahapan penyediaan makanan. Mulai dari pengolahan hingga pendistribusian ke sekolah, memenuhi ketentuan kesehatan dan keamanan pangan.

Sebelumnya, tujuh siswa kelas 4 SDN 59 Kota Bengkulu mengalami keluhan kesehatan pada 4 September 2026. Enam siswa mengalami pusing dan sakit perut, sementara satu siswi mengalami muntah.

Kejadian bermula ketika pihak sekolah menemukan menu sempol ayam yang dinilai memiliki bau tidak sedap. Sekolah kemudian menghentikan pembagian makanan dan meminta siswa tidak mengonsumsinya. Namun, sebagian siswa diketahui telah lebih dahulu menyantap makanan tersebut.

Dinas Kesehatan kemudian mengambil sampel makanan yang berasal dari makanan yang disimpan di SPPG Padang Jati 2 serta sampel ompreng yang ditarik dari sekolah. Sampel tersebut dibawa ke Balai Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium.

Nelli menegaskan, pihaknya belum dapat memastikan gangguan kesehatan tersebut disebabkan oleh makanan MBG sebelum hasil pemeriksaan laboratorium keluar. “Kami masih menunggu hasil laboratorium dari BPOM, jadi, meskipun ada dugaan berkaitan dengan makanan MBG, kami tidak bisa menyimpulkan penyebabnya sebelum hasil uji laboratorium keluar,” kata Nelli.

Menurut Nelli, hasil pemeriksaan nantinya akan menjadi bahan evaluasi bagi Dinas Kesehatan dan pihak terkait untuk menentukan langkah selanjutnya. Ia memastikan pengawasan terhadap dapur MBG akan menjadi perhatian serius agar kualitas dan keamanan makanan yang dikonsumsi para siswa tetap terjamin serta kejadian serupa tidak kembali terjadi.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....