Kemah Pramuka Madrasah Bengkulu Tekankan Spiritualitas-Kepedulian Lingkungan
- 05 Sep 2026 08:11 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu – Kemah Pramuka Madrasah Daerah Tahun 2026 se-Provinsi Bengkulu resmi digelar di Bumi Perkemahan UIN Fatmawati Sukarno (UINFAS) Bengkulu, Jumat 4 September 2026. Kegiatan yang diikuti pramuka madrasah dari berbagai wilayah di Bengkulu tersebut diarahkan untuk memperkuat karakter, spiritualitas, kemandirian, kedisiplinan, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama UINFAS Bengkulu dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu. Pembukaan dihadiri Prof Dr H Suyitno, M.Ag., dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu Dr H Saefudin, S.Ag., M.Si., Rektor UINFAS Bengkulu Prof Dr Khairudin, M.Ag., serta unsur Forkopimda, TNI, Polri, pembina dan peserta pramuka.
Selama kurang lebih empat hari, peserta mengikuti berbagai kegiatan pembinaan dan pelatihan kepramukaan. Materi yang diberikan tidak hanya berorientasi pada keterampilan, tetapi juga diarahkan untuk membentuk karakter dan memperkuat nilai-nilai religius peserta didik.
Suyitno mengatakan kegiatan kepramukaan memiliki keterkaitan erat dengan visi dan misi Kementerian Agama. Ia menilai nilai spiritual harus menjadi fondasi utama dalam pembinaan pramuka madrasah.
"Kalau kita baca Dasa Dharma Pramuka, pasti nomor satu menyangkut takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Nilai-nilai spiritual harus menjadi basis kepramukaan," kata Suyitno.
Ia meminta para pembina memastikan peserta tetap menjalankan ibadah selama mengikuti perkemahan, terutama salat lima waktu secara berjemaah. Menurutnya, kegiatan pramuka harus menjadi bagian dari proses pendidikan spiritual, bukan hanya tempat melatih keterampilan dan kedisiplinan.
Selain aspek spiritual, Suyitno menekankan pentingnya kepedulian peserta terhadap lingkungan. Nilai cinta alam dan kasih sayang sesama manusia dalam Dasa Dharma Pramuka dinilai sejalan dengan program ekoteologi yang dikembangkan Kementerian Agama.
Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan harus diterapkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, pramuka madrasah tidak cukup hanya memahami nilai ekologis secara teori, tetapi harus mampu mempraktikkannya melalui kegiatan di lapangan.
"Kita harus empati, kita harus peduli. Maknanya, pramuka nilai-nilainya semuanya sejalan dengan nilai-nilai religiositas," tuturnya.
Suyitno menyebut pendidikan di madrasah saat ini perlu dibangun di atas tiga fondasi utama, yakni spiritualitas, kepedulian ekologis, dan nilai kemanusiaan. Ketiga aspek tersebut dinilai saling berkaitan dan perlu menjadi bagian dari tradisi pendidikan madrasah maupun kepramukaan.
Sementara itu, Saefudin mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang pembinaan untuk membentuk peserta didik yang disiplin, mandiri, bertanggung jawab dan memiliki religiositas. Selama mengikuti perkemahan, peserta diberikan berbagai pembekalan yang diharapkan dapat membentuk jati diri dan kemandirian mereka.
"Selama kurang lebih empat hari di sini, anak-anak pramuka digembleng dan diberikan bekal, termasuk kedisiplinan dan jati diri serta kemandirian sesuai dengan amanat undang-undang," ujar Saefudin.
Selain pembentukan karakter, kegiatan tersebut juga menjadi wadah bagi peserta untuk mengembangkan kreativitas dan membangun kebersamaan. Para peserta dan pembina diharapkan dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara aktif sehingga proses pendidikan berlangsung lebih menyenangkan dan bermakna.
Kepedulian terhadap lingkungan juga diwujudkan melalui kegiatan nyata selama perkemahan. Di antaranya melalui rencana penebaran benih ikan dan pelepasan burung sebagai bentuk penerapan nilai ekoteologi.
Saefudin juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur Forkopimda Provinsi Bengkulu dan Kota Bengkulu yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. Dukungan tersebut dinilai penting dalam memperkuat pembinaan madrasah dan kegiatan kepramukaan di Bengkulu.
Kemah Pramuka Madrasah Daerah Tahun 2026 diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan perkemahan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan karakter peserta didik. Melalui kegiatan ini, pramuka madrasah bisa memiliki keseimbangan antara kemampuan akademik, kekuatan spiritual, kemandirian, kepemimpinan, kepedulian sosial dan kecintaan terhadap lingkungan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....